Kabupaten Serang, TANGERANGPEDIA – Kegiatan reses DPR RI Annisa Mahesa di Kabupaten Serang belum lama ini menjadi momentum penting dalam menyerap isu-isu prioritas yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra tersebut mengunjungi enam kecamatan, seperti Ciruas, Tirtayasa, Lebakwangi, hingga Waringinkurung, sebagai bagian dari tanggung jawabnya di Masa Sidang III Tahun Sidang 2024–2025.
Dalam setiap titik kunjungan, Annisa Mahesa disambut antusias oleh warga. Forum dialog terbuka yang ia gelar tak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang yang solutif dalam menyerap keluhan warga secara langsung. Sejumlah isu strategis berhasil diangkat, mulai dari sulitnya permodalan UMKM, rendahnya akses BPJS, hingga jeratan pinjaman online yang membayangi rumah tangga di wilayah tersebut.
“Kegiatan reses ini bukan hanya agenda rutin. Ini adalah tanggung jawab moral dan konstitusional untuk mendengar langsung suara rakyat. Isu pinjol, UMKM, hingga pendidikan dan infrastruktur adalah cerminan kebutuhan yang nyata,” ungkap Annisa, dalam salah satu sesi diskusi di Kecamatan Tirtayasa.
Menjawab keluhan tersebut, Annisa memastikan akan membawa suara masyarakat ke rapat-rapat strategis bersama mitra kerja di Komisi XI. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi keuangan dan penguatan lembaga keuangan mikro agar warga bisa keluar dari jeratan pinjol.
“Saya akan kawal aspirasi ini melalui Kemenkeu, OJK, dan Bank Indonesia. Khusus UMKM, saya dorong program pembiayaan dengan bunga rendah serta pelatihan literasi digital agar pelaku usaha lokal bisa naik kelas,” tegasnya.
Tak hanya berhenti di satu titik, reses Annisa Mahesa di Dapil Banten II akan terus bergulir ke berbagai desa dan kecamatan lain. Ia menegaskan bahwa konsistensi turun ke masyarakat adalah bentuk nyata dari kerja legislatif yang berpihak dan responsif.
Dengan membawa semangat pelayanan publik dan kepekaan terhadap isu lokal, Annisa Mahesa memperkuat posisinya sebagai salah satu wakil rakyat yang aktif menjembatani suara masyarakat Banten ke panggung kebijakan nasional.
(Red)

















