TANGERANGPEDIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, puluhan aktivis yang tergabung dalam Lingkar Aspirasi Publik (LAP) menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Tugu Adipura, Kota Tangerang, untuk mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Rabu (10/06/26)
Dalam aksi tersebut, para demonstran menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis yang menyangkut masa depan generasi muda Indonesia. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan yang terjadi harus dibuka secara transparan. Agar tidak merusak kepercayaan publik, terhadap program yang menjadi salah satu prioritas nasional tersebut.
Selain mendesak pengusutan dugaan korupsi, massa aksi juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Terutama pada aspek pengawasan, perizinan, hingga kualitas pelayanan di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Aksi yang berlangsung di pusat Kota Tangerang itu menarik perhatian masyarakat yang melintas. Massa membawa spanduk sepanjang 25 meter berisi berbagai tuntutan, di antaranya “Usut Tuntas Korupsi Badan Gizi Nasional”, “Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis”, dan “Tindak Tegas SPPG Bermasalah”.
Koordinator aksi, Marsel, mengatakan demonstrasi tersebut lahir dari berbagai keresahan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG yang dinilai masih menyisakan banyak persoalan di lapangan.
Menurutnya, penanganan dugaan korupsi di lingkungan BGN harus menjadi pintu masuk untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap tata kelola program tersebut.
“Setelah adanya penangkapan terhadap mantan Kepala Badan Gizi Nasional, kami meminta seluruh aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan-dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan Badan Gizi Nasional,” kata Marsel kepada wartawan di sela-sela aksi.
Ia menilai evaluasi total perlu dilakukan agar pelaksanaan program benar-benar berjalan sesuai tujuan awal. Yakni meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tanpa meninggalkan persoalan administratif maupun tata kelola.
Menurut Marsel, pihaknya tidak menolak keberadaan Program Makan Bergizi Gratis. Sebaliknya, mereka mendukung program tersebut tetap berjalan, namun dengan sistem pengawasan yang lebih kuat dan akuntabel.
“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh kasus dugaan korupsi yang ada di Badan Gizi Nasional. Kami juga berharap adanya evaluasi total terhadap Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Marsel juga menyoroti kondisi sejumlah SPPG atau dapur penyedia makanan yang disebut belum sepenuhnya memenuhi persyaratan administrasi dan standar operasional yang berlaku.
Aktivis Tangerang Soroti Dugaan Korupsi BGN dan Lemahnya Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Ia mengungkapkan bahwa di Kota Tangerang terdapat cukup banyak SPPG yang beroperasi. Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah fasilitas yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) maupun izin pendukung lainnya.
Kondisi tersebut, dinilai perlu mendapat perhatian serius. Karena berkaitan langsung dengan kualitas dan keamanan makanan, yang dikonsumsi para siswa penerima manfaat program MBG.
“Khusus di Kota Tangerang, masih banyak SPPG yang belum memiliki izin yang diperlukan. Ketika sebuah SPPG tidak memenuhi aturan dan ketentuan yang berlaku, tentu muncul pertanyaan mengenai kualitas pelayanan dan keamanan makanan yang diberikan kepada para siswa melalui program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
Selain persoalan perizinan, LAP juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan. Mereka berharap pemerintah pusat, maupun daerah dapat memperkuat sistem kontrol. Agar setiap pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Marsel menegaskan, bahwa tuntutan utama mereka bukanlah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis. Melainkan memastikan program tersebut, berjalan lebih baik, transparan, dan tepat sasaran.
“Yang kami dorong bukan pembubaran program, melainkan evaluasi total dan menyeluruh agar program ini dapat berjalan sesuai tujuan awalnya,” pungkasnya.
Aksi tersebut, menjadi pengingat bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah, tetapi juga pada integritas pengelola, kualitas pengawasan, serta kepatuhan seluruh pelaksana terhadap aturan yang berlaku.
(Red)















