Semarang, TANGERANGPEDIA– Bulan Apresiasi WApreS sukses digelar untuk pertama kalinya di Kampung Sleko, Kota Lama Semarang. Kegiatan yang mengusung tema “Samarkan Perbedaan” ini menjadi ajang kolaborasi antara pelaku seni, budaya, media, dan pelaku UMKM dalam membangun kreativitas sekaligus memperkuat literasi masyarakat. Minggu (05/07/26)
Sejak awal penyelenggaraan, Bulan Apresiasi WApreS tidak hanya menghadirkan hiburan. Tetapi juga membawa semangat persatuan, melalui berbagai kegiatan seni dan budaya. Salah satu momen yang paling menarik perhatian ialah peluncuran Media Suara Bocah Indonesia (SBI), yang diharapkan menjadi ruang positif bagi kreativitas dan edukasi generasi muda.
Melalui Bulan Apresiasi WApreS, penyelenggara menegaskan komitmennya untuk menjadikan agenda ini sebagai kegiatan tahunan. Dengan mengangkat tema yang selalu menyesuaikan perkembangan sosial, WApreS berharap mampu mempererat kolaborasi lintas komunitas sekaligus memperkuat ekosistem seni dan budaya di Indonesia.
Pelopor WApreS, Redi Andawanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal organisasi dalam menghadirkan ruang apresiasi yang berkelanjutan bagi para seniman dan masyarakat.
“Kami akan menggelar kegiatan ini secara rutin setiap tahun pada momentum yang sama, yaitu Bulan Apresiasi. Untuk temanya akan kami sesuaikan dengan kondisi di setiap tahunnya,” ujar Redi.
Pada penyelenggaraan perdana ini, WApreS menghadirkan berbagai agenda, mulai dari Singing Contest yang diikuti 16 peserta. Penampilan Dance Kids dari Nabila Zee, tarian tradisional oleh Ayung, hingga pertunjukan para musisi dan seniman lokal.
Selain itu, acara semakin semarak dengan peluncuran Media Suara Bocah Indonesia (SBI). Yang dipimpin oleh Budi Mulyanto, atau yang akrab disapa Budi Semawis sebagai Pimpinan Umum.
WApreS dan SBI sepakat membangun kolaborasi jangka panjang untuk mendukung pengembangan seni, budaya, pendidikan. Serta peningkatan literasi masyarakat melalui pemberitaan yang edukatif, inspiratif, dan berdasarkan fakta.
Sementara itu, Iskandar menyampaikan apresiasinya atas lahirnya Media SBI. Menurutnya, kehadiran media tersebut menjadi energi baru bagi dunia jurnalistik. Terutama dalam membuka ruang bagi kreativitas, pendidikan, dan pengembangan bakat anak-anak maupun generasi muda.
Ia berharap SBI mampu berkembang menjadi media yang profesional, independen, berintegritas, serta konsisten menyajikan informasi yang akurat dan berimbang.

Redi bersama rekan pada acara Bulan Apresiasi WApreS (foto: ist)
Launching Media SBI Perkuat Kolaborasi Seni
Tidak hanya memberikan ucapan selamat kepada SBI, Iskandar juga mengapresiasi WApreS yang berhasil mempertemukan insan pers, komunitas, pelaku seni, dan budaya dalam satu wadah kolaborasi.
Menurutnya, sinergi tersebut memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, mulai dari ekonomi kreatif, pendidikan, budaya, hingga penguatan literasi masyarakat.
“Semoga kolaborasi antara WApreS, SBI, dan seluruh media partner terus terjalin dengan baik. Sinergi ini menjadi modal penting dalam memperkuat literasi, menjaga budaya bangsa, serta menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Acara ini juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor, media partner, serta tenant bazar UMKM yang turut meramaikan kegiatan. Kehadiran pelaku usaha lokal menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus memberikan ruang promosi bagi produk-produk UMKM.
Dalam kompetisi menyanyi, Jovita Darla (11 tahun) berhasil meraih Juara I, disusul Javier Ardiansyah (15 tahun) sebagai Juara II, dan Ahmad Baiduri Alfadilah (30 tahun) sebagai Juara III.
Menutup rangkaian acara, Redi Andawanto menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Bulan Apresiasi WApreS 2026. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor, media partner, panitia, relawan, hingga Nik Sutiani selaku Sekretaris BPSKL Kota Semarang yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
Redi berharap, Bulan Apresiasi WApreS dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan. Dimna kegiatan ini, dapat mendorong lahirnya lebih banyak talenta seni dan budaya. Sekaligus memperkuat kolaborasi antarkomunitas di Semarang Raya dan Indonesia.
(Red)















