TANGERANGPEDIA – Karang Taruna Mekarsari Kota Tangerang terus mencari terobosan untuk menjawab persoalan lingkungan yang masih menjadi tantangan di tengah masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melakukan kunjungan belajar ke wilayah yang dinilai berhasil membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan. Sabtu (20/06/26)
Karang Taruna Mekarsari bersama pembina dan anggotanya mengunjungi kediaman Dr. Taufik Supriadi Yusuf, Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari tata kelola lingkungan, pengelolaan sampah organik, serta strategi membangun partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Karang Taruna Mekarsari memilih lokasi tersebut, karena Dr. Taufik dikenal sebagai tokoh lingkungan yang berhasil menghadirkan berbagai inovasi hingga memperoleh Rekor MURI. Ia tercatat sebagai Ketua RT pertama di Indonesia, yang memiliki kolam ikan hias dan kolam gizi warga sebagai sarana edukasi ketahanan pangan. Selain itu, ia juga dikenal sebagai penggagas media pembelajaran pencegahan krisis planet. Melalui tiga akuarium gizi warga, yang dibangun di gang sempit permukiman.
Dalam dialog bersama para pemuda, Dr. Taufik menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan keterlibatan generasi muda.
“Saya sangat mengapresiasi Karang Taruna Mekarsari yang datang untuk belajar. Tidak banyak pemuda yang mau meluangkan waktu untuk mempelajari persoalan lingkungan secara langsung. Padahal masalah sampah merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Menurutnya, sampah organik merupakan potensi besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Sampah organik itu sebenarnya tambang emas yang belum tergarap dengan baik. Kalau dikelola dengan benar, manfaatnya sangat besar bagi lingkungan maupun ekonomi masyarakat,” katanya.
Dr. Taufik juga menantang para pemuda agar tidak menunggu kondisi ideal untuk memulai perubahan.
“Jangan menunggu sempurna untuk berbuat baik. Mulailah dari hal yang paling mungkin dilakukan. Bergerak lebih penting daripada hanya berdiskusi tanpa tindakan,” tegasnya.

Karang Taruna bersama para pengunjung lain mempelajari sistem drainase RT.08 Malaka Jaya (foto: Tangerangpedia)
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Mekarsari Hermansyah atau yang akrab disapa Bang Beben. Mengatakan kunjungan tersebut, menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan. Sekaligus mencari model pemberdayaan masyarakat, yang dapat diterapkan di Kelurahan Mekarsari.
“Kami melihat persoalan sampah bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga masalah budaya dan kebiasaan masyarakat. Karena itu kami datang untuk belajar langsung dari tokoh yang telah membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari tingkat RT,” ujar Hermansyah.
Menurutnya, banyak inovasi yang bisa diadaptasi untuk diterapkan di lingkungan Mekarsari, khususnya dalam pengelolaan sampah organik dan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
“Kami tidak ingin kunjungan ini berhenti sebagai kegiatan seremonial. Karang Taruna Mekarsari akan menyusun langkah lanjutan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata. Target kami adalah membangun gerakan lingkungan yang melibatkan pemuda, RT, RW, dan seluruh masyarakat,” tambahnya.
Karang Taruna Mekarsari Dukung Asta Cita Presiden
Hermansyah berharap kolaborasi antara pemuda, dan masyarakat dapat menjadi solusi untuk mengurangi volume sampah. Sekaligus mendukung Asta Cita keempat presiden prabowo mengenai lingkungan yang ASRI ( Aman, Sehat, Resik, Indah).
Melalui kunjungan tersebut, Karang Taruna Mekarsari menunjukkan bahwa perubahan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Dengan kemauan belajar, kolaborasi, dan aksi nyata, langkah kecil dari tingkat RT hingga kelurahan dapat menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan lingkungan dan krisis iklim di masa depan.
(Red)















