TANGERANGPEDIA – Pemkot Tangerang memanfaatkan program pelatihan gratis sebagai jurus andalan menekan angka pengangguran. Alih‑alih menunggu lapangan kerja, ratusan warga kini datang proaktif belajar ke Balai Latihan Kerja (BLK) dan program On The Job Training (OJT) di perusahaan.
Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, memaparkan, “Kami sediakan delapan kelas BLK, mulai dari menjahit hingga servis motor. Peserta lulus langsung kantongi sertifikat BNSP.” Lebih jauh, program kewirausahaan digital juga membuka jalur baru: belasan kelas barista, konten kreator, hingga pemasaran online.
Pada 2025, Disnaker menargetkan 500 peserta OJT di 30 perusahaan mitra.
“Peserta dapat pengalaman kerja riil, sekaligus membangun jejaring,” ujar Ujang.
Program OJT memadukan teori dan praktik: pagi belajar di aula BLK, siang terjun di lini produksi. Metode ini memicu 85% alumni langsung menyerap kesempatan kerja di tempat pelatihan.
Salah satu peserta, Rina (24), mengaku awalnya ragu ikut kelas desain grafis.
“Ternyata saya bisa buat bahan promosi digital. Sekarang saya dapat tawaran kerja paruh waktu,” cerita Rina.
Kisah serupa datang dari Teguh (30), mantan pengangguran: “Pelatihan operator komputer membuka peluang jadi asisten administrasi.”
Semua pelatihan Disnaker gratis tanpa pungutan.
“Kami buka pendaftaran via aplikasi Tangerang LIVE, menu Cakap Kerja, dan Instagram @tangerang_cakapkerja,” jelas Ujang.
Skema pemantauan online memudahkan calon peserta mengecek status dan jadwal secara real time.
Inisiatif ini mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Setiap lulusan yang terserap ke pasar kerja mendorong konsumsi dan produksi.
“Masyarakat lebih mandiri, pelaku UMKM pun terbantu mendapat SDM terlatih,” klaim Ujang.
Pendekatan ini juga memupuk rasa percaya diri warga, mengubah stigma ‘pengangguran’ menjadi ‘talenta siap pakai’.
Dengan model pelatihan gratis yang terintegrasi, Kota Tangerang membuktikan perannya sebagai pusat pengembangan SDM andal. Program BLK dan OJT kini jadi fondasi kuat menyiapkan generasi pekerja kompetitif, sekaligus menyokong visi Tangerang sebagai kota industri yang inklusif dan berdaya saing global.
(Zaf/Red)


















Comments are closed.