KOTA CILEGON, TANGERANGPEDIA – Baru-baru ini, sebuah video yang memicu kontroversi viral di media sosial. Memperlihatkan perwakilan kelompok, yang mengaku berasal dari Kadin Cilegon. Dalam video tersebut, terlihat mereka meminta pembagian nilai proyek pembangunan pabrik kimia Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) secara langsung tanpa melalui prosedur lelang. Mereka bahkan menyebutkan nominal yang harus diterima oleh Kadin, yaitu sebesar Rp5 triliun dan Rp3 triliun tanpa lelang.
Video ini memicu kekhawatiran, karena proyek pembangunan pabrik kimia CA-EDC milik PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan PT Chandra Asri Pacific Tbk. Merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Menanggapi hal ini, Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan rasa kecewanya. Dalam keterangan kepada awak media, di Gedung Serba Guna Pusdiklat Krakatau Steel Cilegon. Andra Soni menegaskan, bahwa kejadian ini sangat disayangkan dan berharap hal serupa tidak terulang lagi.
“Sebagai Gubernur Banten yang berupaya menjadikan Banten ramah untuk investasi, saya sangat kecewa dengan kejadian ini. Saya harap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Andra.
Andra juga menegaskan, komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk mendukung semua Proyek Strategis Nasional (PSN). Termasuk proyek CA-EDC di wilayah Provinsi Banten. Ia juga menambahkan, bahwa pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang nyaman bagi para pelaku industri. Serta memberikan kemudahan, untuk berinvestasi di daerah ini.
“Investasi ini bukan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu. Ini adalah untuk kepentingan seluruh masyarakat Banten. Kita harus bekerja sama untuk memastikan investasi berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Andra.
Gubernur Andra berharap, melalui peningkatan investasi di Provinsi Banten, dapat tercipta lapangan kerja baru, menurunkan angka pengangguran, serta mengurangi tingkat kemiskinan. Dengan demikian, perekonomian daerah dapat semakin berkembang.
“Harapan kami adalah pengangguran semakin berkurang, kemiskinan turun, dan kontribusi pajak daerah meningkat. Ini adalah tujuan utama kami,” tutup Andra Soni.
(Red)



















Comments are closed.