Kabupaten Serang, TANGERANGPEDIA – Provinsi Banten mencatat tren positif dalam pertumbuhan ekonomi, namun pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Banten II, Annisa Mahesa, menegaskan pentingnya peran strategis perbankan dalam mempercepat pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Banten. Hal ini ia sampaikan saat kunjungan silaturahmi ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Selasa (5/8/2025).
Pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan I 2025 tercatat sebesar 5,19% dan meningkat menjadi 5,33% pada triwulan II, melampaui rata-rata nasional. Meski begitu, tantangan seperti tingkat pengangguran 6,78%, ketimpangan wilayah, kemiskinan, dan tren deindustrialisasi masih membayangi. Annisa menilai, pemerataan pembangunan Banten memerlukan sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, perbankan, dan Bank Indonesia.
Kunjungan tersebut juga dihadiri pimpinan Himbara (BTN, Mandiri, BRI, BNI) serta Bank Syariah Indonesia (BSI). Kepala Perwakilan BI Banten, Ameriza M. Moeza, menyoroti bahwa kontribusi terbesar PDRB masih terkonsentrasi di Tangerang Raya, mencapai hampir 60% total provinsi. Wilayah selatan Banten dinilai memerlukan dorongan infrastruktur, pariwisata, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal agar pertumbuhan lebih merata.
Annisa Mahesa mengapresiasi peran aktif Bank Indonesia dan perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Banten. Ia mendorong agar pemetaan potensi ekonomi di wilayah tertinggal bisa terintegrasi dengan program prioritas nasional. Selain itu, ia meminta BI memberi insentif bagi perbankan yang berani menyalurkan pembiayaan ke sektor unggulan di daerah kurang berkembang.
“Perbankan kini harus menjadi agent of development, bukan sekadar penyalur kredit. Mereka harus menerjemahkan program nasional menjadi aksi nyata, khususnya untuk wilayah yang belum merata pembangunannya,” tegas Annisa.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi lintas sektor. Dengan kolaborasi yang kuat, Provinsi Banten diyakini mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, sekaligus menghapus kesenjangan antarwilayah.
(Red)



















Comments are closed.