Breaking News, Sejumlah Kedaraan Terlibat Lakalantas di Gerbang Tol Ciawi

Terbaru

Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang Desak Pemerintah Kurangi Ketergantungan Transfer dari Pusat

badge-check

Teja Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang menyampaikan pandangan Fraksi dalam Rapat Paripurna. (Foto: Zie) Perbesar

Teja Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang menyampaikan pandangan Fraksi dalam Rapat Paripurna. (Foto: Zie)

TANGERANGPEDIA – Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang kembali menjadi sorotan publik setelah Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang menyoroti penurunan pendapatan daerah dalam rancangan APBD 2026. Fraksi ini mendesak Pemerintah Kota Tangerang untuk keluar dari bayang-bayang ketergantungan terhadap dana transfer pusat dan memperkuat kemandirian fiskal daerah.

 

Dalam rapat yang digelar di Gedung DPRD Kota Tangerang pada Selasa siang, Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang melalui juru bicaranya, Teja Kusuma, menegaskan bahwa APBD tidak boleh dipandang sekadar dokumen keuangan tahunan.

“APBD harus menjadi alat perjuangan ideologis untuk menyejahterakan rakyat,” ujar Teja di hadapan pimpinan dewan, Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta unsur Forkopimda.

 

Pandangan politik tersebut menegaskan komitmen fraksi berlambang banteng moncong putih itu untuk memastikan APBD 2026 berpihak pada kepentingan masyarakat bawah. Dalam pandangannya, Teja menyoroti proyeksi pendapatan daerah Kota Tangerang yang menurun menjadi Rp5,06 triliun. Angka ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya dan menandakan perlunya strategi serius untuk memperkuat basis pendapatan lokal.

Baca Juga:  Arbitrase Trading Crypto: Cara dan Persiapan

 

Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya diproyeksikan mencapai Rp3,13 triliun, sementara transfer dari pusat masih mendominasi dengan Rp1,9 triliun. Bagi Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang, situasi ini mengancam kualitas belanja publik dan pelayanan dasar masyarakat.

 

“Efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas layanan publik,” tegas Teja.

 

Fraksi PDI Perjuangan juga menilai kondisi defisit sekitar Rp400 miliar sebagai momentum memperkuat kemandirian fiskal daerah. Mereka mendorong pemerintah untuk menggali potensi pajak dan retribusi daerah secara maksimal.

 

“Data wajib pajak harus tervalidasi dan disesuaikan dengan realisasi lapangan agar potensi PAD tidak hilang,” tambahnya.

 

Dengan tekanan ekonomi nasional yang belum sepenuhnya pulih, sikap tegas Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang menjadi penanda penting bahwa kemandirian fiskal harus dimulai dari daerah. Transparansi dan akuntabilitas dalam penyusunan APBD menjadi fondasi utama menuju tata kelola pemerintahan yang kuat dan berpihak pada rakyat.

 

(Red)

Comments are closed.

Read More

Komisi IV DPRD Kota Tangerang Prioritaskan Penanganan Banjir dan Akses Jalan di Ciledug

16 July 2026 - 15:28 WIB

Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang sekaligus Ketua Fraksi PAN-PPP, Dadan Syahrudin (foto: ist)

Dinas Perkim Kota Tangerang Antar Pemkot Raih PAPTI Award 2026, Pelayanan SLF Terbaik di Indonesia

16 July 2026 - 11:58 WIB

Piagam penghargaan PAPTI AWARD untuk Pemerintah Kota Tangerang atas Kategori Penerbit SLF Terbaik (foto: ist)

Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang Perjuangkan Rehabilitasi Gedung MUI Periuk

14 July 2026 - 23:04 WIB

Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Sumarti, S.IP., M.IP (foto:ist)

Perumda Tirta Benteng Genjot Layanan Air Bersih, Jatake Jadi Lokasi Perluasan Jaringan

12 July 2026 - 16:20 WIB

Perumda Tirta Benteng saat acara Sosialisasi Jaringan Air Minum di Jatake (foto: ist)

Festival Cisadane 2026 Siap Digelar, Catat Tanggal dan Waktunya

11 July 2026 - 14:40 WIB

Jembatan Kaca Berendeng, Kota Tangerang (foto: ist)
Trending on Acara dan Event