Kota Tangerang, TANGERANGPEDIA – Upaya menekan angka stunting di Kota Tangerang kembali diperkuat melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan PT Angkasa Pura Indonesia. Program Injourney Airports Lawan Stunting resmi diluncurkan di Kecamatan Neglasari, Kamis (13/11/2025), menunjukkan peran aktif sektor usaha dalam mendukung intervensi gizi di daerah.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Injourney Airports yang dinilainya ikut mempercepat peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil dan balita.
“Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul sebagai wujud tanggung jawab sosial bersama dan dukungan terhadap kesehatan ibu hamil serta balita,” ujar Sachrudin.
Ia memaparkan, prevalensi stunting Kota Tangerang berdasarkan SSGI 2024 tercatat 11,2%, angka yang lebih rendah dibandingkan rerata provinsi dan nasional. Capaian tersebut, kata Sachrudin, menjadi dasar untuk terus memperkuat intervensi agar generasi mendatang tumbuh sehat dan kompetitif.
Camat Neglasari, Andhika Nugraha Krisyna Murti, S.STP, menegaskan bahwa bantuan CSR ini memberi dorongan besar bagi program stunting yang sedang berjalan di wilayahnya. Ia menyebut, dukungan Angkasa Pura selaras dengan anggaran stunting yang telah dialokasikan pemerintah pada tahun ini.
Neglasari menjadi lokus utama penyaluran CSR Injourney dengan distribusi 6.000 paket makanan tambahan untuk 410 balita gizi kurang selama 14 hari penuh, disertai 410 hygiene kit bagi balita dan ibu hamil. Andhika menyatakan bahwa jumlah tersebut merupakan penyaluran terbesar yang pernah diterima warga sekitar bandara.
“Kami ingin kolaborasi seperti ini terus tumbuh. Perusahaan-perusahaan lain di Neglasari juga kami dorong ikut terlibat dalam pembangunan manusia dan perluasan peluang kerja,” ujarnya.
Andhika juga mengingatkan, bahwa sebelumnya wilayahnya telah menerima dukungan CSR. Berupa dua unit bedah rumah, masing-masing di Kelurahan Selapajang Jaya dan Kedaung Wetan.
Menutup pernyataannya, Andhika meminta warga mematuhi aturan keselamatan penerbangan. Termasuk larangan menerbangkan layang-layang di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, demi menjaga keamanan jalur udara nasional.
Program kolaboratif ini diharapkan semakin mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar bandara.
(Advetorial)















Comments are closed.