TANGERANGPEDIA — Bencana Sumatera kembali menyita perhatian publik setelah banjir dan longsor melanda Aceh, Sibolga, Padang, dan Medan. Kejadian ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD Kota Tangerang yang mengajak masyarakat Kota Tangerang untuk berdonasi membantu para korban. Tragedi tersebut menjadi salah satu bencana hidrometeorologi terbesar dalam dua dekade terakhir.
Kondisi korban banjir berdasarkan data BNPB, serta respons Ketua DPRD Kota Tangerang terhadap musibah tersebut. Bencana yang melanda beberapa wilayah di Sumatera ini menimbulkan keprihatinan mendalam, terlebih dengan jumlah korban yang terus bertambah.
Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Dashboard Penanganan Darurat, tercatat 811 orang meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor. Sementara itu, sebanyak 623 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 2.600 orang lainnya mengalami luka-luka. Kondisi ini membuat perhatian nasional dan internasional tertuju pada upaya penanganan bencana tersebut.
Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kejadian tragis ini. Ia mengatakan bahwa musibah di penghujung November 2025 tersebut meninggalkan luka bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Saya atas nama pribadi turut belasungkawa yang mendalam terhadap para korban bencana di Sumatera,” ucapnya pada Kamis (04/12) petang.
Dalam kesempatan itu, Rusdi mengajak masyarakat Kota Tangerang untuk bersama-sama berdonasi melalui lembaga kemanusiaan yang terpercaya. Ia menegaskan bahwa bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi para korban.
“Hari ini kita punya tanggung jawab moral. Yuk sama-sama berdonasi melalui lembaga yang membuka akses bantuan untuk para korban,” ajaknya.
Rusdi juga mengingatkan bahwa para korban adalah saudara sesama bangsa yang membutuhkan uluran tangan. Ia berharap masyarakat dapat bergerak bersama dalam semangat gotong royong. Selain itu, ia mendorong percepatan proses pemulihan di wilayah terdampak.
Tak hanya membahas bencana di Sumatera, Rusdi turut mengimbau masyarakat Kota Tangerang untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi curah hujan tinggi. Ia meminta Pemkot Tangerang, termasuk Dinas PU dan OPD terkait, menyiapkan langkah antisipatif agar potensi banjir dapat diminimalkan.
Lebih lanjut, Rusdi mengungkapkan bahwa Kota Tangerang memiliki anggaran penanganan kebencanaan sekitar Rp30 miliar lebih. Dana tersebut diharapkan mampu mendukung kesiapsiagaan seluruh elemen dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
(Red)
















Comments are closed.