TangerangPedia, JAKARTA — OpenAI baru saja meluncurkan fitur terbaru bernama ChatGPT Health. Fitur ini dirancang khusus untuk memberikan ruang bagi pengguna dalam berdiskusi tentang topik kesehatan. Dengan adanya fitur ini, percakapan yang berkaitan dengan kesehatan akan dipisahkan dari obrolan umum lainnya, sehingga konteks kesehatan tidak akan tercampur atau muncul di tempat yang tidak seharusnya.
Menurut laporan TechCrunch, pada bulan Januari 2026, lebih dari 230 juta pengguna setiap pekan menggunakan ChatGPT untuk menanyakan pertanyaan seputar kesehatan dan kebugaran. Adanya ChatGPT Health bertujuan untuk mengatur percakapan terkait kesehatan secara lebih rapi, sekaligus memberikan perlindungan tambahan terhadap data pribadi pengguna.
Jika pengguna membahas topik kesehatan di luar menu Health, sistem akan otomatis mengarahkan percakapan tersebut ke fitur ChatGPT Health. Hal ini memastikan bahwa semua informasi kesehatan yang dibagikan oleh pengguna akan disimpan dan dikelola dengan aman.
OpenAI juga bekerja sama dengan platform manajemen kesehatan b.well sebagai pendukung sistem untuk memfasilitasi akses dan penyatuan data medis secara aman. Dengan kerja sama ini, pengguna dapat lebih mudah mengelola informasi kesehatan mereka secara digital.
Sebagaimana dilaporkan MobiHealthNews, percakapan yang terjadi di ChatGPT Health tidak digunakan untuk melatih model AI. Pengguna memiliki kendali penuh untuk mencabut akses data medis kapan saja melalui menu pengaturan. Ini memberikan rasa aman dan kontrol penuh terhadap informasi pribadi pengguna.
Selain itu, pengguna dapat mengunggah ringkasan kunjungan dokter, hasil tes laboratorium, hingga riwayat kesehatan. Fitur ini akan membantu pengguna dalam membaca hasil lab, memberi ide nutrisi, serta rekomendasi pola makan dan latihan. Bahkan, ChatGPT Health telah terintegrasi dengan Weight Watchers, membuat pengguna bisa mendapatkan panduan kesehatan yang lebih lengkap.
Bukan Pengganti Dokter
CEO of Applications OpenAI, Fidji Simo menegaskan bahwa ChatGPT Health bukan alat diagnosis atau pengobatan, dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran tenaga medis. Menurutnya, fitur ini hadir sebagai respons atas berbagai tantangan di sektor kesehatan, seperti biaya layanan yang mahal, keterbatasan akses, dan jadwal dokter yang padat.
“Fitur ini membantu pengguna merasa lebih siap dan terinformasi saat berinteraksi dengan tenaga medis,” tulis Simo dalam pernyataannya.
ChatGPT Health lebih ditujukan untuk membantu pengguna memahami informasi kesehatan sehari-hari, menyiapkan pertanyaan sebelum bertemu dokter, dan meningkatkan kesiapan saat berkonsultasi. Dengan demikian, pengguna dapat lebih efektif dalam berkomunikasi dengan dokter dan memperoleh informasi yang lebih akurat dan relevan.















Comments are closed.