TANGERANGPEDIA – Menyambut HUT ke-33 Kota Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memberikan kado istimewa bagi para pejuang sosial dan keagamaan. Melalui kebijakan terbaru, insentif RT RW, guru ngaji, marbot, amil jenazah, hingga tokoh masyarakat lainnya resmi dinaikkan, sekaligus disertai apresiasi paket perjalanan umrah. Langkah ini menegaskan komitmen Pemkot Tangerang dalam memperkuat pelayanan publik dari tingkat paling dekat dengan warga. Selasa (3/2/26)
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, dalam rangkaian Safari Pembangunan HUT ke-33 Kota Tangerang yang digelar di GOR Nambo, Kecamatan Karawaci. Program ini menjadi implementasi nyata tema pembangunan “Bersama Melayani Tiada Henti”, yang menempatkan peran masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah.
Wali Kota Sachrudin menegaskan, para pengurus RT/RW, marbot, guru ngaji, dan amil jenazah merupakan garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya berperan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga aktif membantu pemerintah dalam berbagai situasi. Mulai dari penanganan banjir, hingga penguatan solidaritas sosial di lingkungan.
“Bapak dan Ibu adalah mitra terdekat pemerintah di tengah masyarakat. Kenaikan insentif ini adalah bentuk penghargaan atas kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan, termasuk pemberdayaan melalui 23 Graha Kita Bersama,” ujar Sachrudin.
Pemkot Tangerang Berangkatkan Marbot dan Amil Jenazah Umrah
Selain kenaikan insentif RT RW dan petugas keagamaan, Pemkot Tangerang juga memberikan paket umrah sebagai bentuk apresiasi moral dan spiritual. Program ini menyasar guru mengaji, marbot, amil, amil jenazah, serta RT dan RW yang dinilai berdedikasi tinggi dalam melayani masyarakat di 13 kecamatan.
Kebijakan ini melengkapi capaian perlindungan sosial Pemkot Tangerang sepanjang 2025. Tercatat, 16.082 pekerja rentan telah mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Selain itu, akses layanan kesehatan juga terus diperkuat melalui Universal Health Coverage (UHC) yang kini telah mencapai 100,71 persen.
Sachrudin menekankan, pembangunan tidak sekadar diukur dari angka dan infrastruktur, tetapi dari dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, memasuki tahun 2026, arah pembangunan Kota Tangerang akan difokuskan pada infrastruktur berkelanjutan, inklusif, dan berbasis kebutuhan riil warga.
Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga hasil pembangunan yang telah dicapai.
“Mari kita rawat apa yang telah diwariskan dan kita bangun bersama. Teruskan semangat gotong royong agar Kota Tangerang semakin aman, nyaman, sejahtera, dan berdaya saing,” tutupnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Tangerang juga menyerahkan bantuan sosial mahasiswa, santunan kematian, serta membuka berbagai layanan publik seperti job fair, layanan kependudukan, kesehatan, perpustakaan keliling, arsip, dan bazar UMKM.
(Red)


















Comments are closed.