TANGERANGPEDIA — Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan Neglasari 2026 menyoroti persoalan infrastruktur dan pelayanan publik yang dinilai mendesak untuk segera ditangani. Dalam forum yang digelar di Aula Kecamatan Neglasari, Camat Neglasari Iwan Mulyawan S.Sos., MM menegaskan bahwa perbaikan jalan rusak, drainase, dan pengelolaan sampah menjadi prioritas utama usulan warga tahun ini. Rabu (11/2/2026)
Dalam Rembuk Pembangunan Neglasari 2026, Iwan Mulyawan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar pembangunan berjalan tepat sasaran. Ia menyebut, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan aktif warga dalam menjaga lingkungan dan mengawal program prioritas.
Menurutnya, forum Musrenbang bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan ruang strategis untuk menentukan arah pembangunan wilayah.
“Kita harus menentukan skala prioritas secara objektif. Semua pihak harus mendukung agar tujuan pembangunan tercapai,” tegas Iwan dalam sambutannya.
Jalan Iskandarmuda Jadi Usulan Mendesak
Dalam pembahasan skala prioritas tambahan, wilayah Mekarsari dan Neglasari mengusulkan perbaikan dan pengecoran Jalan Iskandarmuda. Jalan tersebut disebut sudah banyak dikeluhkan warga karena kondisi rusak parah, bahkan dilaporkan telah memakan korban kecelakaan.
Usulan ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan masyarakat. Warga berharap pemerintah kota segera melakukan tindakan konkret agar tidak ada lagi korban akibat infrastruktur yang tidak layak.
Sementara itu, perwakilan dari Kelurahan Kedaung Baru, Kedaung Wetan, dan Selapajang mengusulkan perbaikan jalan dan drainase sebagai prioritas wilayahnya. Masalah genangan dan kerusakan jalan dinilai menghambat aktivitas ekonomi warga serta meningkatkan risiko kecelakaan.
Hal serupa juga disampaikan perwakilan Karang Anyar dan Karang Sari. Mereka menekankan pentingnya pembenahan jalan lingkungan serta sistem drainase untuk mengurangi potensi banjir saat musim hujan.
Kolaborasi dan Komunikasi Jadi Kunci
Camat Iwan Mulyawan mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada komunikasi yang baik antar-stakeholder. Ia juga menyinggung pentingnya pemahaman soal kewenangan agar setiap usulan dapat ditindaklanjuti sesuai regulasi.
“Kita harus satu visi. Pemerintah butuh dukungan masyarakat, dan masyarakat juga perlu memahami mekanisme serta tahapan pengambilan keputusan,” ujarnya.
Ia berharap hasil Rembuk Pembangunan Kecamatan Neglasari 2026 benar-benar menjadi dasar penyusunan program prioritas Kota Tangerang, bukan sekadar daftar usulan. Dengan penentuan skala prioritas yang jelas, pembangunan di Neglasari diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara nyata.
Kini, publik menanti langkah konkret pemerintah kota, terutama terkait penanganan Jalan Iskandarmuda yang menjadi sorotan paling mendesak dalam forum tersebut.
(Ben/Red)


















Comments are closed.