TANGERANGPEDIA – Curanmor Pondok Bahar Kota Tangerang kembali bikin resah. Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di Perumahan Pondok Bahar, Karang Tengah, berubah mencekam ketika pelaku melepaskan dua kali tembakan ke udara. Peristiwa curanmor Pondok Bahar Kota Tangerang ini terjadi pada Rabu (25/2/2026) sore, saat warga tengah ramai berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.
Kejadian curanmor Pondok Bahar Kota Tangerang tersebut langsung memicu kepanikan. Lingkungan yang awalnya ramai dan penuh aktivitas mendadak ricuh setelah terdengar suara letusan senjata api. Warga yang berada di sekitar lokasi spontan berlarian menyelamatkan diri.
Aksi pelaku terekam kamera CCTV rumah warga. Dalam rekaman itu terlihat dua pria berpakaian rapi mencoba membawa kabur sepeda motor milik seorang warga bernama Eko. Penampilan pelaku yang terlihat sopan sempat membuat situasi tampak biasa sebelum akhirnya terbongkar.
Dipergoki Pemilik, Pelaku Panik dan Tembak ke Udara
Eko mengaku awalnya curiga saat melihat motornya didorong oleh orang tak dikenal. Ia pun spontan berteriak maling dan berusaha mengejar pelaku.
“Saya mau ke depan gudang, pas lihat kok motor saya didorong-dorong. Spontan saya teriak maling,” ujar Eko, Kamis (26/2/2026).
Teriakan itu membuat pelaku panik dan meninggalkan motor curian. Eko bahkan sempat mencoba menendang salah satu pelaku. Namun situasi berubah drastis ketika rekan pelaku yang sudah menunggu di atas motor mengeluarkan senjata api.
Menurut Eko, pelaku pertama kali melepaskan tembakan ke udara dalam jarak kurang dari 50 meter. Tak berhenti di situ, sekitar 20 meter kemudian, pelaku kembali menembakkan senjata karena merasa terus dikejar.
Merasa nyawanya terancam, Eko akhirnya menghentikan pengejaran. Kedua pelaku langsung melarikan diri dari lokasi.
Warga sekitar menyebut aksi curanmor disertai tembakan bukan pertama kali terjadi di kawasan Pondok Bahar. Dalam dua bulan terakhir, insiden serupa disebut sudah dua kali terjadi. Modus pelaku yang berpakaian rapi juga dinilai semakin berani dan terorganisir.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran, terutama selama bulan Ramadan ketika aktivitas warga meningkat pada sore hari. Warga berharap aparat kepolisian segera meningkatkan patroli di jam rawan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Rekaman CCTV dari lokasi sudah diamankan dan diharapkan dapat membantu polisi mengidentifikasi pelaku. Hingga kini, warga masih trauma dengan suara dua tembakan yang memecah suasana menjelang berbuka puasa tersebut.
(Red)















Comments are closed.