Pasokan Ikan Nasional Aman untuk Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa pasokan ikan nasional aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lathoria Latief, dalam Konferensi Pers yang digelar di Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/2/2026).
Produksi perikanan tangkap nasional dari Januari hingga Maret 2026 mencapai 7,3 juta ton. Angka ini menunjukkan bahwa stok ikan yang tersedia cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Meskipun terjadi sedikit penurunan produksi di awal tahun akibat faktor musim, pemerintah menilai hal ini sebagai pola tahunan yang wajar.
Faktor Penyebab Penurunan Produksi
Penurunan produksi tersebut terjadi karena Indonesia memasuki musim barat, yang identik dengan cuaca buruk seperti hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi. Aktivitas penangkapan ikan terganggu akibat kondisi cuaca yang tidak ideal. Namun, Lathoria menyatakan bahwa kondisi ini merupakan siklus rutin tahunan. Ia memproyeksikan produksi akan mulai meningkat pada awal Maret seiring membaiknya cuaca dan kembalinya kapal-kapal penangkap ikan ke pelabuhan pangkalan, khususnya di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa menjelang Idul Fitri.
Stabilitas Harga Ikan
Dari sisi harga, KKP mencatat bahwa kondisi relatif stabil untuk sejumlah komoditas utama. Beberapa jenis ikan seperti cakalang, cumi, kakap, tongkol, dan tuna mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah, namun secara nasional masih terkendali.
- Cakalang: Kenaikan harga tercatat terutama di Sulawesi, meski secara keseluruhan relatif stabil.
- Cumi: Mengalami kenaikan di Jakarta dan Jawa Tengah.
- Kakap: Tercatat naik di Jawa Timur, Jawa Tengah, Gorontalo, dan Jakarta.
- Tongkol: Mengalami kenaikan di sejumlah wilayah Sulawesi, terutama Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.
- Tuna: Mengalami kenaikan di Sulawesi Utara yang merupakan daerah sentra sekaligus wilayah dengan tingkat konsumsi tuna tinggi.
Distribusi Produksi Berdasarkan Wilayah
Berdasarkan volume produksi per provinsi, Jawa Tengah menjadi daerah dengan produksi terbesar, mencapai lebih dari 40.000 ton, disusul Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Bali. Sementara itu, provinsi dengan produksi terendah antara lain Bengkulu, Jambi, Papua Barat, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Barat.
Harga Rata-Rata dan Produksi Terendah
Harga rata-rata tertinggi tercatat di Maluku, Papua Barat, Sulawesi Utara, Jakarta, dan Sumatera Selatan. Adapun provinsi dengan produksi terendah berada di wilayah Banten, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kepulauan Riau.
Komoditas Perikanan Berdasarkan Wilayah
Secara komoditas, produksi cumi dominan di Jawa Tengah, disusul Jakarta, Jawa Timur, dan Maluku. Ikan layang dan selar banyak diproduksi di Jawa Tengah. Ikan tongkol dominan di Kalimantan Barat serta Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Kerapu, kakap, dan baronang banyak didaratkan di Jawa Timur, sedangkan bawal dominan di Jakarta dan Jawa Timur.
Kesimpulan
Lathoria menyimpulkan bahwa pasokan ikan selama Ramadan dan hari raya nantinya di Idul Fitri 1447 Hijriah tersedia dalam kondisi aman dan harga ikan relatif stabil sesuai dengan permintaan pasar. Dengan persiapan yang matang dan pengawasan yang ketat, KKP yakin dapat memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa mengganggu keseimbangan pasar.















Comments are closed.