Breaking News, Sejumlah Kedaraan Terlibat Lakalantas di Gerbang Tol Ciawi

Kota Tangerang

Hari Air Sedunia 2026: DLH Kota Tangerang Perkuat Pengendalian Pencemaran Air, Wawan Fauzi Ingatkan Ancaman Air Tercemar

badge-check

Hari Air Sedunia 2026: DLH Kota Tangerang Perkuat Pengendalian Pencemaran Air, Wawan Fauzi Ingatkan Ancaman Air Tercemar Perbesar

TANGERANGPEDIA– Peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret menjadi momentum penting untuk memperkuat upaya pengendalian pencemaran air sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas sumber daya air.

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus mendorong berbagai program pengendalian pencemaran air. Guna memastikan, ketersediaan air bersih tetap terjaga. Dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, oleh generasi sekarang maupun mendatang.

Upaya tersebut, menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tanpa langkah pengendalian yang serius, pencemaran air berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap kesehatan masyarakat. Serta merusak keseimbangan ekosistem perairan.

Hari Air Sedunia sendiri, pertama kali diinisiasi melalui Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Sejak tahun 1994, peringatan ini menjadi momentum global. Untuk mengingatkan pentingnya menjaga sumber daya air, sekaligus memastikan akses air bersih dan sanitasi yang layak bagi seluruh masyarakat.

Data World Health Organization (WHO), mencatat sekitar dua miliar penduduk dunia masih mengonsumsi air yang terkontaminasi. Kondisi ini, memicu berbagai persoalan kesehatan dan lingkungan. Bahkan menyebabkan ratusan ribu kematian setiap tahun, akibat penyakit yang ditularkan melalui air tercemar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menegaskan bahwa pengendalian pencemaran air menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga:  Banjir di Tangerang Hari Ini YouTube Update Terbaru

 

Air adalah sumber kehidupan. Karena itu, menjaga kualitas air bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” ujar Wawan.

Ia menjelaskan bahwa DLH Kota Tangerang secara rutin melakukan pemantauan kualitas air di berbagai badan air seperti sungai dan saluran drainase. Pemantauan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perairan sekaligus mendeteksi potensi pencemaran sejak dini.

 

Kami secara berkala melakukan pemantauan kualitas air di sejumlah titik sungai dan saluran air. Dengan pemantauan ini, kami dapat mengetahui kondisi perairan sekaligus mengambil langkah cepat jika ditemukan indikasi pencemaran,” jelasnya.

Selain pengawasan kualitas air, DLH juga rutin melaksanakan kegiatan pembersihan sampah di sungai guna mengurangi penumpukan sampah yang dapat mengganggu aliran air serta menurunkan kualitas perairan.

DLH Kota Tangerang juga memanfaatkan teknologi ramah lingkungan berupa eco-enzyme, yakni larutan hasil fermentasi bahan organik yang mampu membantu mengurai bahan pencemar secara alami sehingga kualitas air dapat membaik secara bertahap.

 

Upaya konservasi juga terus kami lakukan melalui pembangunan sumur resapan dalam, biopori jumbo, serta penyediaan penampungan air hujan. Infrastruktur ini penting untuk meningkatkan daya serap air ke dalam tanah sekaligus menjaga cadangan air tanah,” tambahnya.

Selain peran pemerintah, masyarakat juga memiliki kontribusi besar dalam menjaga kualitas air. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain mendaur ulang barang bekas agar tidak mencemari lingkungan perairan.

Baca Juga:  Gegara Arsip Hilang, 7 Miliar Melayang

Masyarakat juga diimbau untuk membuang limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) pada tempat yang sesuai. Limbah kimia yang dibuang sembarangan berpotensi mencemari sumber air serta merusak ekosistem perairan.

Penggunaan bahan kimia rumah tangga juga perlu dibatasi dengan memilih produk yang lebih ramah lingkungan guna mengurangi potensi pencemaran air.

Selain itu, penghematan penggunaan air juga menjadi langkah penting. Kebiasaan sederhana seperti menutup keran saat tidak digunakan atau menggunakan air secukupnya dapat membantu menjaga ketersediaan air dalam jangka panjang.

Kegiatan penghijauan di sekitar daerah aliran sungai juga berperan penting dalam menjaga kualitas air. Vegetasi berfungsi sebagai penyaring alami yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.

Wawan Fauzi berharap peringatan Hari Air Sedunia dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga sumber daya air.

 

Jika kesadaran masyarakat terus meningkat, upaya menjaga kualitas air akan semakin kuat. Kita ingin memastikan sumber daya air tetap terjaga untuk generasi sekarang maupun generasi mendatang,” pungkasnya.

 

Menjaga air berarti menjaga kehidupan. Karena itu, kepedulian terhadap sumber daya air harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar, hingga menjadi gerakan bersama demi masa depan yang lebih berkelanjutan.

 

(ADV)

Comments are closed.

Read More

Komisi IV DPRD Kota Tangerang Prioritaskan Penanganan Banjir dan Akses Jalan di Ciledug

16 July 2026 - 15:28 WIB

Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang sekaligus Ketua Fraksi PAN-PPP, Dadan Syahrudin (foto: ist)

Dinas Perkim Kota Tangerang Antar Pemkot Raih PAPTI Award 2026, Pelayanan SLF Terbaik di Indonesia

16 July 2026 - 11:58 WIB

Piagam penghargaan PAPTI AWARD untuk Pemerintah Kota Tangerang atas Kategori Penerbit SLF Terbaik (foto: ist)

Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang Perjuangkan Rehabilitasi Gedung MUI Periuk

14 July 2026 - 23:04 WIB

Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Sumarti, S.IP., M.IP (foto:ist)

Perumda Tirta Benteng Genjot Layanan Air Bersih, Jatake Jadi Lokasi Perluasan Jaringan

12 July 2026 - 16:20 WIB

Perumda Tirta Benteng saat acara Sosialisasi Jaringan Air Minum di Jatake (foto: ist)

Festival Cisadane 2026 Siap Digelar, Catat Tanggal dan Waktunya

11 July 2026 - 14:40 WIB

Jembatan Kaca Berendeng, Kota Tangerang (foto: ist)
Trending on Acara dan Event