TANGERANGPEDIA – Jalan Rusak Kota Tangerang kembali menjadi sorotan setelah banyak warga mengeluhkan kondisi jalan berlubang di sejumlah wilayah, terutama setelah hujan deras dalam beberapa waktu terakhir. Menanggapi hal itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin memberikan penjelasan tegas mengenai penyebab utama kerusakan jalan tersebut.
Menurut Sachrudin, Jalan Rusak Kota Tangerang tidak hanya dipengaruhi kualitas aspal atau proses pembangunan jalan. Ia menegaskan bahwa faktor terbesar yang mempercepat kerusakan jalan justru berasal dari air, terutama ketika genangan dan banjir terjadi dalam waktu lama.
“Musuh pertama aspal itu air, musuh kedua aspal itu air, dan musuh ketiga aspal itu juga air. Jadi musuh bebuyutannya aspal memang air,” ujar Sachrudin saat ditemui awak media usai kegiatan konsolidasi kader Partai Golkar se-Kota Tangerang di wilayah Cibodas, Rabu (11/3/2026) malam.
Pernyataan tersebut muncul setelah berbagai laporan masyarakat mengenai Jalan Rusak Kota Tangerang yang berlubang di beberapa titik. Kerusakan itu dinilai semakin terlihat ketika intensitas hujan tinggi melanda wilayah Tangerang dalam beberapa pekan terakhir.
Sachrudin menjelaskan, air dapat merusak struktur jalan secara bertahap. Ketika air masuk melalui celah kecil di permukaan aspal, lapisan di bawahnya akan melemah. Akibatnya, permukaan jalan mudah retak, terkelupas, hingga akhirnya membentuk lubang.

Selain itu, genangan air yang bertahan lama di atas permukaan jalan juga mempercepat proses kerusakan. Kondisi tersebut membuat daya tahan aspal menurun drastis, terutama jika kendaraan berat terus melintas di atasnya.
Upaya penambalan jalan rusak
Meski begitu, Sachrudin menegaskan Pemerintah Kota Tangerang tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Pemerintah daerah terus melakukan perbaikan jalan yang rusak, khususnya pada ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota.
Di sisi lain, Pemkot Tangerang juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk memperbaiki ruas jalan yang berada di bawah kewenangan masing-masing. Koordinasi ini dilakukan agar penanganan kerusakan jalan dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
Sachrudin juga memastikan perbaikan jalan akan terus dikebut, terutama menjelang momentum Lebaran ketika mobilitas masyarakat biasanya meningkat tajam. Pemerintah kota ingin memastikan kondisi jalan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas maupun yang melakukan perjalanan mudik.
“Semangat kita adalah menyelesaikan pekerjaan ini. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa fenomena jalan rusak akibat hujan bukan hanya terjadi di Kota Tangerang. Banyak daerah lain di Indonesia menghadapi masalah serupa ketika curah hujan tinggi menyebabkan banjir maupun genangan air di berbagai ruas jalan.
Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang terus melakukan berbagai langkah perbaikan dan peningkatan pelayanan infrastruktur agar kondisi jalan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem.
(Red)


















Comments are closed.