TANGERANGPEDIA – Perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Serang berlangsung penuh kehangatan. Gubernur Banten Andra Soni, menggelar halal bihalal bersama anak yatim dhuafa. Dan masyarakat umum, di Gedung Negara eks Pendopo Gubernur Lama. Momen ini menjadi simbol kebersamaan, dalam Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Serang. Yang tidak hanya meriah, tetapi juga menyentuh hati banyak warga.
Usai menunaikan salat Id di Alun-alun Barat, Andra Soni langsung mengajak masyarakat untuk hadir dan merasakan suasana lebaran bersama di rumah dinas gubernur. Ajakan tersebut disambut antusias. Warga dari berbagai kalangan, termasuk anak yatim dan dhuafa, berbondong-bondong hadir dalam perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Serang yang terasa lebih inklusif dan terbuka.
Suasana haru dan bahagia menyelimuti Gedung Negara. Dalam perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Serang, tidak hanya umat Muslim yang hadir. Beberapa warga dari latar belakang agama lain juga turut menyampaikan ucapan selamat, memperlihatkan kuatnya toleransi di Banten. Hal ini menjadi bukti bahwa Idulfitri mampu menjadi momentum persatuan lintas masyarakat.
“Kita bersama berbagai masyarakat merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias mengikuti halal bihalal ini,” ujar Andra Soni.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena banyak anak yatim dan lansia yang hadir. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa kepemimpinan harus hadir secara nyata untuk masyarakat, terutama yang membutuhkan perhatian lebih. Dalam kesempatan tersebut, santunan diberikan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di hari kemenangan.
“Kita kedatangan anak-anak yatim piatu, dan kita makan ketupat bersama. Ini keberkahan bagi kita semua,” tambahnya. Sabtu (21/03/26)
Merasakan suasana lebaran
Lebih lanjut, Andra Soni menegaskan bahwa Gedung Negara merupakan rumah rakyat. Sejak awal masa jabatannya, ia berkomitmen membuka ruang tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, bukan hanya sebagai simbol pemerintahan, tetapi juga sebagai tempat kebersamaan.
“Gedung ini terbuka untuk siapa saja. Ini rumah kita bersama,” tegasnya, sebelum menyampaikan ucapan, “Selamat Hari Raya Idulfitri, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.”
Di sisi lain, kebahagiaan warga terlihat jelas. Salah satunya Saidah (86), warga Kelurahan Kaujon, Kota Serang, yang mengaku sangat terharu. Meski jaraknya dekat, ia baru pertama kali merasakan langsung suasana lebaran bersama gubernur.
“Senang sekali bisa berlebaran dengan Pak Gubernur. Alhamdulillah dapat bingkisan juga,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Momen ini tidak hanya menjadi perayaan biasa, tetapi juga memperkuat kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. Idulfitri tahun ini pun meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi mereka yang selama ini jarang merasakan perhatian secara langsung dari pemimpin daerah.
(Red)















Comments are closed.