TANGERANGPEDIA – Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti memuji program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta di Banten sebagai terobosan yang layak diterapkan daerah lain di seluruh Indonesia. Sabtu (09/05/26)
Program Sekolah Gratis Banten untuk jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta kembali mencuri perhatian nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara langsung mengapresiasi program yang digagas Pemerintah Provinsi Banten sejak 2025 ini. Menurutnya, program sekolah gratis swasta Banten membuka akses pendidikan yang selama ini terhalang faktor ekonomi bagi ribuan anak di Provinsi Banten.
Apresiasi itu disampaikan Mu’ti, usai membuka Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026. Di dalamnya mencakup O2SN, FLS3N, dan LKS, sekaligus deklarasi budaya sekolah aman dan nyaman serta peluncuran Adiwiyata SMA, SMK, dan SKh se-Provinsi Banten. Acara berlangsung di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang. Di hadapan para peserta, Mu’ti menegaskan bahwa program sekolah gratis Banten berpotensi meningkatkan angka partisipasi sekolah secara signifikan di seluruh Indonesia.
“Terobosan Gubernur Banten yang menggratiskan sekolah swasta ini bisa diduplikasi daerah lain. Tidak hanya sekolah negeri, tetapi juga swasta, agar seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang adil,” ujar Mu’ti.
Ia menambahkan, program serupa selaras dengan upaya kementeriannya yang kini mendorong pembelajaran melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai alternatif pendidikan non-formal.
Keterbatasan Sekolah Negeri Jadi Alasan Utama
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Jumlah SMA dan SMK negeri di Banten hanya mencapai 271 sekolah dengan kapasitas 36 siswa per kelas – angka yang jauh dari cukup untuk menampung seluruh lulusan SMP setiap tahunnya. Kondisi ini memaksa banyak siswa masuk ke sekolah swasta, yang sebelumnya harus menanggung biaya sendiri.
Maka sejak 2025, Pemprov Banten mengucurkan dana dari APBD untuk menanggung biaya pendidikan siswa di sekolah swasta. Pada tahun pertama, program ini menyasar siswa kelas X dengan total 6.705 penerima manfaat dari 801 sekolah swasta yang bermitra dengan pemerintah provinsi jumlah terbanyak dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Diperluas ke Madrasah Aliyah Tahun Ini
Langkah berikutnya sudah dirancang. Andra Soni mengungkapkan bahwa pada 2026, program pendidikan gratis Banten akan diperluas ke jenjang Madrasah Aliyah. Hal ini dianggap mampumenjangkau lebih banyak siswa, dari berbagai latar belakang pendidikan keagamaan.
Andra Soni meyakini program ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto. Dalam Asta Cita keempat, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Dengan program ini, saya yakin kita bisa meningkatkan SDM kita sesuai arah pembangunan nasional,” tegasnya.
Bukan Sekadar Soal Biaya
Meski program ini mendapat sambutan luas, Mu’ti mengingatkan bahwa faktor ekonomi bukan satu-satunya penyebab anak putus sekolah. Jarak tempuh yang jauh, kondisi geografis, serta budaya lokal turut menjadi hambatan yang perlu diatasi secara bersamaan. Oleh karena itu, pendekatan multidimensi – menggabungkan sekolah gratis, PKBM, dan intervensi sosial menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
Program Sekolah Gratis Banten, kini berdiri sebagai bukti nyata bahwa kebijakan daerah yang tepat sasaran mampu memberi dampak besar. Dan dapat membuka jalan bagi daerah lain, untuk mengikuti jejak yang sama.
















