TANGERANGPEDIA – Kegiatan Ekoteologi di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, mendapat apresiasi dari DPRD Kota Tangerang karena dinilai mampu menggabungkan nilai spiritualitas dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. Momentum ini menjadi perhatian publik lantaran menghadirkan pendekatan berbeda dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam.
Kegiatan Ekoteologi yang digelar di Dermaga Boen Tek Bio, diinisiasi Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kementerian Agama Provinsi Banten bersama ASN Agama Buddha se-Banten. Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan penuangan 2.570 liter EcoEnzyme ke Sungai Cisadane, pelepasan burung, hingga penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Ekoteologi Cisadane juga dinilai menjadi contoh kolaborasi positif antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem. DPRD Kota Tangerang menilai pendekatan spiritual seperti ini penting untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat di tengah meningkatnya tantangan lingkungan perkotaan.
Anggota DPRD Kota Tangerang, Christian Lois, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan bentuk implementasi nyata nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
“Ekoteologi membimbing masyarakat untuk memaknai keberagaman, meningkatkan kualitas spiritual, serta mempererat hubungan antara Tuhan, alam, dan manusia. Ini menjadi pendekatan yang sangat relevan di tengah tantangan lingkungan saat ini,” ujar Christian Lois usai menghadiri kegiatan tersebut.
Menurutnya, aksi penuangan EcoEnzyme hingga penanaman pohon menunjukkan bahwa ajaran spiritual dapat berjalan beriringan dengan gerakan menjaga lingkungan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lintas agama di Kota Tangerang.
“Ini membuktikan bahwa spiritualitas bisa selaras dengan perhatian terhadap lingkungan. Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan umat Buddha, tetapi juga dapat menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” katanya. Minggu (10/5/26)
Politisi PSI tersebut juga menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian penting dari implementasi nilai keimanan. Ia menilai kawasan Sungai Cisadane membutuhkan perhatian bersama agar tetap terjaga dari pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Boen Tek Bio, Ruby Santamoko, menjelaskan kegiatan Ekoteologi tersebut digelar dalam rangka peringatan Vesākha Sānanda 2570 B.E./2026. Menurutnya, aksi menuangkan 2.570 liter EcoEnzyme menjadi simbol cinta kasih umat Buddha terhadap kelestarian lingkungan dan sumber daya air.
“Kegiatan ini merupakan aksi nyata bahwa umat Buddha peduli terhadap lingkungan hidup sekaligus mengajak generasi muda Buddhis memahami pentingnya ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Ruby.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi yang pertama kali dilaksanakan dalam konsep ekoteologi Buddhis di Kota Tangerang. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin membangun kebiasaan baik bagi generasi muda agar semakin peduli terhadap alam dan keberlangsungan ekosistem.
“Intinya bagaimana kita belajar mencintai lingkungan agar menjadi budaya positif bagi generasi mendatang untuk menjaga alam dengan lebih baik,” pungkasnya.
(Red)















Comments are closed.