TANGERANGPEDIA – Kemacetan Rel Poris kembali menjadi keluhan utama masyarakat dalam kegiatan Reses Ketiga Masa Sidang 2025–2026 yang digelar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PKB, M. Hafidz Firdaus, di Daerah Pemilihan (Dapil) II. Selain persoalan lalu lintas, warga juga menyoroti banjir yang masih kerap terjadi di kawasan Poris Raya, Kecamatan Batuceper.
Kegiatan reses yang berlangsung di Jalan KH Mustofa RT 04/03, Kelurahan Poris Gaga Baru, Kecamatan Batuceper, menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Dalam forum tersebut, Kemacetan Rel Poris menjadi salah satu isu yang paling banyak disampaikan warga. Karena dinilai telah berlangsung bertahun-tahun, tanpa solusi yang signifikan.
Menurut warga, Kemacetan Rel Poris tidak hanya menyebabkan keterlambatan aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada mobilitas ekonomi, distribusi barang, hingga akses pelayanan publik. Kondisi tersebut semakin terasa saat jam sibuk ketika antrean kendaraan mengular di sekitar perlintasan kereta api.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hafidz Firdaus menegaskan bahwa persoalan lalu lintas di kawasan Poris membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak terkait. Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini sudah berdampak langsung terhadap kenyamanan dan produktivitas masyarakat.
“Kemacetan di persimpangan rel kereta Poris sudah menjadi persoalan yang cukup lama dikeluhkan warga. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar dapat ditemukan solusi yang mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan tersebut,” ujar Hafidz. Jumat (19/6/26)
Selain kemacetan, warga juga menyampaikan keluhan mengenai banjir yang masih terjadi di sejumlah titik di kawasan Poris Raya. Saat hujan dengan intensitas tinggi turun, beberapa wilayah mengalami genangan yang mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan kerugian materiil.
Hafidz menilai persoalan banjir tidak bisa ditangani secara parsial. Ia mendorong adanya langkah komprehensif melalui peningkatan kapasitas drainase, normalisasi saluran air, serta penguatan sistem pengendalian banjir yang terintegrasi.
“Banjir di wilayah Poris Raya juga menjadi aspirasi yang banyak disampaikan warga. Kami akan mengawal persoalan ini agar menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga langkah penanganannya dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.
Sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, Hafidz memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan dihimpun dan dimasukkan ke dalam pokok-pokok pikiran DPRD sebagai bahan pembahasan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa kemacetan dan banjir merupakan dua persoalan yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaiannya harus menjadi bagian dari prioritas pembangunan Kota Tangerang ke depan.
“Kami berharap berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat dapat segera masuk dalam agenda prioritas pembangunan daerah. DPRD akan terus mengawal agar kebutuhan warga mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang konkret,” tutup Hafidz.
Melalui kegiatan reses ini, DPRD Kota Tangerang kembali menegaskan komitmennya. Untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung aspirasi warga. Serta memperjuangkan solusi atas berbagai persoalan, yang berdampak terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Batuceper dan Kota Tangerang secara keseluruhan.
(Red)



















