TANGERANGPEDIA– Reses DPRD Kota Tangerang kembali menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka. Dalam kegiatan Reses DPRD Kota Tangerang Masa Sidang III Tahun 2025/2026, Ketua Fraksi PAN-PPP DPRD Kota Tangerang, Dadan Syahrudin, menerima sejumlah aspirasi warga yang mayoritas berkaitan dengan penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur jalan.
Reses DPRD Kota Tangerang tersebut berlangsung di kediaman Dadan Syahrudin di RW 005, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug. Kegiatan ini dihadiri warga dari RW 001 hingga RW 005 yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan wakil rakyat mengenai berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.
Suasana diskusi berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Warga menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi lingkungan, infrastruktur, serta persoalan yang selama ini dinilai membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah. Dari sejumlah aspirasi yang disampaikan, persoalan banjir di kawasan Puri Kartika menjadi keluhan yang paling dominan.
Masyarakat mengungkapkan bahwa kawasan tersebut masih kerap mengalami genangan saat hujan deras mengguyur wilayah Kota Tangerang. Bahkan di beberapa titik, air membutuhkan waktu cukup lama untuk surut sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
Selain berdampak pada mobilitas masyarakat, genangan yang terjadi juga berpotensi menimbulkan kerugian material bagi warga yang tinggal di kawasan terdampak. Oleh karena itu, masyarakat berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Dadan Syahrudin menegaskan bahwa persoalan banjir merupakan salah satu isu prioritas yang akan terus diperjuangkan melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran DPRD Kota Tangerang.
“Saya akan mendorong agar penanganannya dilakukan secara komprehensif, mulai dari peninggian turap, normalisasi saluran drainase, hingga penambahan pompa air di titik-titik yang membutuhkan,” ujar Dadan. Minggu (21/6/26)
Menurutnya, penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan menyeluruh yang melibatkan berbagai perangkat daerah agar solusi yang dihasilkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Selain persoalan banjir, warga juga menyoroti pentingnya peningkatan aksesibilitas wilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan. Salah satu usulan yang mengemuka adalah pembangunan akses jalan penghubung antara kawasan Puri Kartika dan Graha Raya Fortune.
Dadan menilai keberadaan jalan penghubung tersebut sangat strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi warga di kedua kawasan.
“Akses jalan yang memadai sangat penting untuk mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan kawasan. Karena itu, kami akan mengawal usulan pembebasan lahan jalan penghubung dari Puri Kartika menuju Graha Raya Fortune agar dapat menjadi bagian dari program pembangunan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, reses bukan sekadar agenda formal anggota dewan, melainkan momentum penting untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, setiap aspirasi yang masuk dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
Dadan berharap komunikasi yang terjalin antara masyarakat dan DPRD dapat terus diperkuat sehingga setiap permasalahan yang muncul di lingkungan warga dapat ditangani secara cepat dan terukur.
Dengan fokus pada penanganan banjir, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan konektivitas antarwilayah, DPRD Kota Tangerang berkomitmen mengawal pembangunan yang mampu meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kelurahan Tajur dan Kecamatan Ciledug secara umum
(Red)


















