TANGERANGPEDIA – Pemerintah bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) resmi mengumumkan rencana perluasan jalur MRT Jakarta ke wilayah Tangerang Selatan. Proyek ini akan menghadirkan dua koridor baru yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan strategis di Tangsel, yakni koridor utara dan koridor selatan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mengurangi kemacetan di wilayah Jabodetabek.
Koridor utara MRT Jakarta menuju Tangerang Selatan dirancang melintasi rute Lebak Bulus–Pondok Aren–Serpong. Sementara koridor selatan menyusuri jalur Lebak Bulus–Ciputat–Pondok Cabe. Kedua koridor MRT Jakarta ini akan melewati titik penting seperti Universitas Muhammadiyah Jakarta. UIN Syarif Hidayatullah, Pasar Ciputat, dan kawasan Puspitek. Dengan total panjang sekitar 20 kilometer, proyek ini ditargetkan memfasilitasi mobilitas jutaan warga yang beraktivitas antara Jakarta dan Tangerang Selatan setiap harinya.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyatakan bahwa pihaknya bersama PT MRT Jakarta dan BPTJ berkomitmen mewujudkan proyek ini secepat mungkin.
“Kami berharap dua koridor baru MRT Jakarta ke Tangerang Selatan segera terealisasi, karena semua pihak telah menunjukkan sinergi kuat,” ujarnya, Rabu (30/4/2025).
Dukungan Pemerintah dan Skema Pembiayaan
Proyek perluasan MRT Jakarta ke Tangerang Selatan telah melalui studi kelayakan. Dan mendapat dukungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bappenas, Kementerian Perhubungan, serta pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Banten. Skema pembiayaan yang dikaji meliputi Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), pinjaman pemerintah-ke-pemerintah, serta investasi swasta murni.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa sinergi antarpemprov dan pemkot sangat krusial. “Perluasan MRT Jakarta ke Tangerang Selatan sejalan dengan visi transportasi terintegrasi Jabodetabek,” katanya.
Perluasan jalur MRT Jakarta ke Tangsel diharapkan:
– Meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan Tangerang Selatan, memudahkan mobilitas pelajar, pekerja, dan wisatawan.
– Mengurangi kemacetan di jalur utama mempersingkat waktu tempuh hingga 30%.
– Mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar stasiun baru, membuka peluang usaha hingga kawasan industri Puspitek.
– Meningkatkan nilai properti di sepanjang koridor, menggerakkan sektor real estate lokal.
Dengan alternatif transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan. Masyarakat Tangerang Selatan akan merasakan kualitas hidup, dan produktivitas kerja yang lebih baik. Realisasi kedua koridor baru MRT Jakarta ini pun menjadi langkah strategis. Menegakkan janji transportasi publik modern, bagi kawasan penyangga ibu kota.
(Zaf/Red)
















