TANGERANGPEDIA – Di tengah perkembangan digitalisasi dan urbanisasi, kesadaran akan pentingnya pertanian dan ketahanan pangan lokal semakin meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, SMP Negeri 3 Kresek, Kabupaten Tangerang, meluncurkan inovasi edukatif bernama POJOK TABUSA (Tanam Buah dan Sayur). Program ini bertujuan menanamkan nilai kemandirian, kepedulian lingkungan, dan gaya hidup sehat pada siswa sejak dini. Jumat 18/07/25
Berada di lingkungan pedesaan yang mayoritas penduduknya petani, SMPN 3 Kresek melihat peluang besar untuk mengembangkan pendidikan berbasis pertanian. POJOK TABUSA memanfaatkan area teras kelas dan halaman depan sekolah sebagai taman produktif yang ditanami beragam sayur dan buah. Media tanam sederhana seperti pot, ban bekas, ember, dan galon mineral dimanfaatkan secara kreatif oleh para siswa.
“Melalui program ini, siswa belajar menanam dan merawat tanaman mulai dari penyemaian hingga panen, sekaligus mendapatkan keterampilan bertani yang sederhana,” ujar kepala sekolah.
Selain sebagai aktivitas fisik, POJOK TABUSA terintegrasi dalam pembelajaran lintas mata pelajaran seperti IPA, Prakarya, dan Pendidikan Lingkungan Hidup. Program ini juga membangun rasa tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama antar siswa melalui jadwal perawatan tanaman secara bergilir.
Program ini membuka ruang interaksi positif antara siswa dan orang tua, terutama yang berasal dari keluarga petani. Hasil panen seperti cabai, tomat, bayam, kangkung, pepaya, dan jambu digunakan untuk kegiatan memasak di sekolah atau dijual sebagai dana tambahan kegiatan siswa.
Selain manfaat edukasi dan ekonomi, kegiatan berkebun ini juga berkontribusi pada kesehatan dan gizi siswa dengan menyediakan makanan segar dan sehat. Berkebun di luar ruangan juga meningkatkan konsentrasi, mengurangi stres, serta menciptakan suasana belajar yang lebih sejuk dan alami.
POJOK TABUSA mencerminkan semangat Kurikulum Merdeka yang mengedepankan pembelajaran kontekstual dan berbasis proyek. SMPN 3 Kresek berkomitmen mengembangkan program ini dengan melibatkan orang tua, komunitas petani, dan pemerintah desa untuk keberlanjutan yang lebih luas.
(Red)















Comments are closed.