TANGERANGPEDIA – BPBD Kota Tangerang kembali turun tangan menangani kebakaran lahan kosong yang digunakan sebagai tempat penimbunan limbah karet di Jalan Prabu Siliwangi, Gembor, Periuk. Memasuki hari ketiga sejak kejadian, tim BPBD menargetkan upaya pemadaman bisa sepenuhnya tuntas dalam satu hingga dua hari ke depan. Selasa (02/09/25)
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendatangkan bantuan dua alat berat dari Dinas PUPR. Tujuannya untuk mempercepat proses pemadaman yang sempat terkendala karena api sulit dijangkau di bagian bawah timbunan karet.
“Hasilnya sudah sangat signifikan, tapi karena ada kendala teknis, pemadaman diperkirakan baru bisa tuntas dalam 1–2 hari mendatang,” ujar Andia.
Upaya pemadaman oleh BPBD Kota Tangerang saat ini sudah masuk ke fase akhir atau pendinginan. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan agar tidak ada titik api yang tersisa. Sejalan dengan itu, BPBD juga mulai berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang. Langkah ini diambil untuk menyelidiki penyebab kebakaran sekaligus mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
“Tidak hanya melanjutkan pemadaman yang hampir tuntas, kami juga berkoordinasi dengan DLH untuk memastikan kejadian ini tidak terulang lagi,” tambah Andia.
Selain fokus pada pemadaman, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran di wilayah permukiman maupun lahan kosong. Warga diminta segera melapor ke Call Center 112 jika menemukan tanda-tanda kebakaran atau keadaan darurat lainnya. Imbauan ini penting agar respons cepat bisa dilakukan, sekaligus menekan risiko kebakaran meluas.
Kebakaran limbah karet di Periuk ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara instansi pemerintah, khususnya BPBD, PUPR, dan DLH dalam menangani bencana lokal. Dengan adanya koordinasi lintas sektor, diharapkan pemadaman bisa segera rampung dan penyelidikan penyebab kebakaran dapat memberi solusi jangka panjang.
Langkah cepat BPBD Kota Tangerang ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warga serta lingkungan dari dampak kebakaran. Jika target pemadaman 1–2 hari dapat tercapai, maka masyarakat Periuk bisa kembali merasa aman dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal kembali.















Comments are closed.