TANGERANGPEDIA – Sekda Tangerang mengeluarkan ultimatum tegas kepada para Camat dalam Rapat TPPS Kota Tangerang, Rabu (19/11/2025). Pada rapat yang digelar di Ruang Al Amanah itu, suasana berubah serius setelah Sekda Tangerang Herman Suwarman meminta seluruh Camat bergerak lebih aktif di lapangan demi mengejar target zero stunting yang menjadi prioritas pemerintah kota.
Dalam arahannya, Herman menegaskan bahwa upaya percepatan penurunan stunting hanya efektif jika para Camat turun langsung mengawasi kondisi wilayah. Ia menilai pekerjaan lapangan tidak dapat digantikan oleh laporan administratif.
“Saya minta para Camat jangan hanya mengandalkan laporan. Turun langsung, lihat sendiri kondisi warganya. Kita harus memastikan intervensi berjalan tepat,” tegas Herman.
Pernyataan tersebut sekaligus menandai keseriusan pemerintah dalam mengawal program penurunan stunting.
Pada bagian berikutnya, Herman menekankan pentingnya fokus pada Keluarga Berisiko Stunting (KRS), terutama keluarga dengan balita dan kondisi lingkungan yang belum memadai. Ia menegaskan bahwa peran kecamatan menjadi kunci karena mereka berada paling dekat dengan masyarakat.
“Camat itu garda terdepan. Kalau Camat bergerak aktif, maka seluruh perangkat di bawahnya ikut bergerak. Jangan tunggu masalah muncul, tapi cegah sebelum terjadi,” ujarnya.
Selanjutnya, Herman mendorong kolaborasi lintas sektor sesuai amanat Perpres 72/2021. Ia menilai masih ada perangkat daerah yang bekerja tanpa sinkronisasi sehingga menghambat efektivitas program. Karena itu, ia meminta seluruh OPD berbicara dalam satu bahasa dan satu ritme kerja.
Ia juga mengingatkan perlunya pendekatan humanis kepada warga. “Banyak keluarga yang perlu dibimbing, bukan hanya diberi bantuan. Camat harus hadir sebagai pemecah masalah,” sambungnya.
Pada akhir arahannya, Herman mengajak seluruh pihak menggiatkan Gerakan Satu Telur Satu Minggu (Sate Sami) sebagai langkah sederhana namun signifikan. “Satu telur seminggu bisa mengubah masa depan anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2AP, Tihar Sophian, memimpin konsolidasi teknis untuk menyatukan ritme kerja antar-OPD. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan stunting sangat bergantung pada data yang akurat, verifikasi KRS, serta sinkronisasi kinerja Camat, Lurah, dan kader.
“Kita punya modal kuat. Yang kita butuhkan sekarang hanya satu: konsistensi,” tutup Tihar optimistis.
(Red)


















Comments are closed.