TANGERANGPEDIA – Komisi II DPRD Kota Tangerang menegaskan target penurunan angka kemiskinan hingga 4,8 persen tidak boleh berhenti pada dokumen perencanaan semata. Target tersebut harus diterjemahkan ke dalam program nyata, terukur, dan berkelanjutan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Syamsuri, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Tangerang perlu memastikan seluruh kebijakan pengentasan kemiskinan berjalan efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan tidak cukup diukur dari statistik, tetapi dari dampak langsung yang dirasakan warga.
“Target penurunan angka kemiskinan sebesar 4,8 persen ini bukan sekadar angka. Target ini harus diwujudkan melalui program nyata, terukur, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Syamsuri saat dihubungi, Selasa (3/2/2026).
Salah satu fokus utama yang disoroti Komisi II DPRD Kota Tangerang, adalah penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Khususnya melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Syamsuri menilai, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan. Yang mampu menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan pendapatan warga.
“Kami mendorong agar pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama UMKM, terus dimaksimalkan. UMKM ini penggerak utama ekonomi kerakyatan dan harus mendapat dukungan penuh, baik dari sisi permodalan, pelatihan, hingga akses pasar,” tegas politisi PKS tersebut.
Selain sektor ekonomi, Syamsuri juga menyoroti pendidikan gratis sebagai instrumen penting dalam menekan kemiskinan struktural. Ia menilai akses pendidikan yang merata, akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pendidikan gratis harus benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dengan pendidikan yang meningkat, kualitas hidup warga akan ikut meningkat dan mata rantai kemiskinan bisa diputus,” ujarnya.
Dalam konteks peningkatan daya saing tenaga kerja, Komisi II DPRD Kota Tangerang mendorong agar pelatihan kerja. Dapat disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri saat ini, termasuk pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. Langkah ini dinilai penting agar lulusan pelatihan tidak hanya siap kerja, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman.
Lebih jauh, Syamsuri menegaskan bahwa seluruh program janji kampanye Wali Kota Tangerang. Harus dijalankan secara konsisten, dan tidak berhenti pada slogan. Ia menilai komitmen politik pemerintah diuji, melalui realisasi program, bukan sekadar pernyataan.
Sebagai langkah konkret, Komisi II DPRD menekankan optimalisasi Program 3G, yakni Gampang Kerja, Gampang Sekolah, dan Gampang Sembako, yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Program 3G ini sangat strategis karena manfaatnya langsung dirasakan warga. Jika dijalankan optimal dan konsisten, saya yakin target penurunan kemiskinan bisa tercapai,” pungkas Syamsuri.
(Red)
















Comments are closed.