TANGERANGPEDIA – TPA Regional Banten kembali menjadi sorotan setelah Anggota DPRD Kota Tangerang dari Partai NasDem, Anggiat Shitohang, mendesak Pemerintah Provinsi Banten segera merealisasikan pembangunan TPA Regional Banten. Desakan itu muncul karena persoalan sampah di Kota Tangerang dinilai semakin mendesak, sementara kapasitas TPA Rawakucing sudah tidak memadai.
Dalam rapat paripurna HUT ke-33 Kota Tangerang, Sabtu (28/02/2026), Anggiat menilai pembangunan TPA Regional Banten menjadi solusi strategis yang harus diprioritaskan. Ia menegaskan, pemerintah kota tidak akan mampu mengatasi lonjakan volume sampah tanpa dukungan provinsi.
Menurutnya, produksi sampah harian yang mencapai ribuan ton membuat beban pengelolaan semakin berat. Sementara itu, lahan TPA Rawakucing terbatas dan posisinya dinilai tidak lagi strategis karena berada di sekitar kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
Sampah dan Banjir Jadi PR Usia 33 Tahun
Selain menyoroti sampah, Anggiat juga mengkritik persoalan banjir yang masih terjadi meski Kota Tangerang telah memasuki usia 33 tahun. Ia mempertanyakan efektivitas perencanaan dan kinerja teknis pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan klasik tersebut.
“Kota Tangerang sudah umur 33 tahun tapi banjir saja. Hujan kecil saja tidak bisa diatasi,” ujarnya.
Ia bahkan mempertanyakan peran tenaga ahli di lingkungan pemerintah kota. Menurutnya, banjir yang terus berulang menunjukkan kurangnya fokus dalam penanganan. Pernyataan itu memicu diskusi di ruang sidang, termasuk soal prioritas pembangunan yang dinilai belum menyentuh akar persoalan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa persoalan sampah membutuhkan intervensi lintas daerah. Karena itu, ia meminta Gubernur Banten segera mengambil langkah konkret membangun TPA regional yang dapat digunakan bersama oleh kabupaten dan kota se-Banten.
TPA Rawakucing Over Kapasitas, Realisasi Dinilai Lambat
Anggiat mengungkapkan, gagasan pembangunan TPA regional sebenarnya sudah pernah dibahas sejak 2014 pada era Gubernur Ratu Atut Chosiyah. Namun hingga kini, realisasi belum terlihat.
Saat ini, kondisi TPA Rawakucing disebut sudah over kapasitas. Jika tidak ada solusi jangka panjang, tekanan terhadap lingkungan akan semakin besar. Selain berdampak pada estetika kota, persoalan sampah juga berpotensi memicu masalah kesehatan dan sosial.
Sementara itu, Pimpinan DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto, menyampaikan bahwa di usia 33 tahun, Kota Tangerang telah mencatat banyak pencapaian. Meski begitu, ia mengakui masih ada tiga pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan, yakni kemacetan, sampah, dan banjir.
Turidi mendorong pemerintah kota memaksimalkan APBD untuk program terukur yang langsung dirasakan masyarakat. Ia berharap terobosan konkret dapat segera diwujudkan agar permasalahan klasik tidak terus berulang setiap tahun.
Desakan pembangunan TPA Regional Banten kini menjadi isu strategis yang menunggu respons serius dari pemerintah provinsi. Jika tidak segera ditindaklanjuti, krisis lahan dan lonjakan volume sampah dikhawatirkan akan semakin sulit dikendalikan.
(Red)
















Comments are closed.