Breaking News, Sejumlah Kedaraan Terlibat Lakalantas di Gerbang Tol Ciawi

Peristiwa

Pelantikan DPRD Kota Tangerang Dikepung Demonstrasi: Mahasiswa Tuntut Pembatalan Proyek PSEL

badge-check

Pelantikan DPRD Kota Tangerang Dikepung Demonstrasi: Mahasiswa Tuntut Pembatalan Proyek PSEL Perbesar

Tangerang – Pelantikan anggota DPRD Kota Tangerang diwarnai dengan aksi unjuk rasa dari sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat yang tergabung dalam Non-Government Organization (NGO). Demonstrasi yang berlangsung di dua titik gerbang utama Pusat Pemerintahan Kota Tangerang membuat pegawai dan anggota DPRD yang baru saja dilantik terjebak di dalam gedung, karena kedua pintu keluar dikepung oleh massa aksi.2/9/2024

Aksi yang sempat memanas dengan pembakaran ban di tengah-tengahnya, semakin tegang saat beberapa anggota DPRD yang baru dilantik memilih untuk tidak menemui para demonstran, dan justru meninggalkan lokasi. Situasi semakin tidak terkendali saat terjadi dorong-mendorong antara petugas Satpol PP dan peserta aksi yang mengabaikan imbauan dari mahasiswa.

Namun, ketegangan mereda ketika Andri Permana, anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, akhirnya menemui massa aksi. Ia menjelaskan bahwa pimpinan DPRD Kota Tangerang belum ditentukan, tetapi berjanji bahwa para anggota DPRD akan menemui mereka setelah pimpinan definitif terpilih. “Tapi Jangan Khawatir, nanti kalau sudah didefinitifkan pasti ditemuin dah, sabar aja dulu ya,” ujar Andri yang disambut positif oleh para demonstran.

Baca Juga:  Kunyit Solusi Alami Untuk Eksim

Tak lama kemudian, Tasril Jamal, anggota DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), turut menemui massa dan melakukan diskusi terbuka di jalan. Tasril mengakui bahwa tuntutan mahasiswa cukup relevan dan berjanji untuk menindaklanjutinya dalam rapat bersama instansi terkait. “Apa yang mereka sampaikan saya rasa cukup relevan atas kondisi Kota Tangerang saat ini,” ungkap Tasril sambil menandatangani fakta integritas yang diajukan oleh mahasiswa.

Dalam orasinya, para mahasiswa mendesak agar anggota DPRD membatalkan Program Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang. Mereka beralasan bahwa penurunan APBD Tahun Anggaran 2024 akan membebani pelaksanaan kebijakan PSEL yang diatur oleh Perpres, dengan pemerintah harus mengeluarkan ratusan juta rupiah per hari untuk membayar sampah yang dikelola oleh oligarki.

“Menurut hemat kami, kebijakan Pengolah Sampah dapat dilakukan dengan menyadarkan masyarakat agar lebih peduli terhadap sampah yang dihasilkan. Kami juga menilai bahwa pemerintah Kota Tangerang harus serius mencegah timbulnya sampah dari industri yang ada, mengingat kota ini dikenal sebagai kota 1000 industri,” ungkap Hilmi, seorang mahasiswa.

Baca Juga:  May Day 2025: Buruh Banten Dukung Pemerintah, Siap Long March ke Patung Kuda

Hilmi juga menuding bahwa sebagian besar anggaran APBD digunakan untuk pembangunan fisik, dengan banyak kejanggalan dalam proses pelelangan dan penyelesaian proyek, terutama pada Dinas Perumahan dan Pemukiman serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK, Hilmi mengungkapkan adanya ketidaksesuaian senilai Rp 1,6 miliar pada proyek senilai Rp 6 miliar di PUPR.

“Fenomena ini jelas merugikan pemerintah dan masyarakat karena ketidaksesuaian ini dapat mempengaruhi kualitas bangunan dan mengganggu pelayanan publik,” lanjut Hilmi.

Ia juga menambahkan bahwa tiga BUMD yang kerap merugi perlu segera dibenahi, karena penyertaan modal yang seharusnya menjadi sumber pendapatan justru menjadi beban bagi APBD Kota Tangerang. “DPRD perlu memanggil Dirut BUMD tersebut untuk mempertanggungjawabkan kinerja mereka,” tutup Hilmi. (ceng)

Comments are closed.

Read More

PDBI Kota Tangerang Punya Ketua Baru, Herry Uban Langsung Kejar Agenda Besar 2026

4 July 2026 - 19:40 WIB

Soehaery Kahfi bersama jajaran pasca resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PDBI Kota Tangerang periode 2026-2030 (foto:ist)

Karang Taruna Mekarsari Berguru ke RT Inovatif Peraih Rekor MURI

20 June 2026 - 23:09 WIB

Karang Taruna Kelurahan Mekarsari Kota Tangerang Bersama anggota saat berkunjung untuk belajar kepada Dr. Taufik Supriadi Yusuf (foto: tangerangpedia)

SPMB 2026 Dimulai, PWI Tangsel Buka Kanal Aduan Masyarakat

19 June 2026 - 22:32 WIB

Flyer Posko pengaduan SPMB 2026 (gambar: ist)

MBG Disorot! Aktivis Tangerang Minta Dugaan Korupsi BGN Dibongkar Sampai Tuntas

10 June 2026 - 19:05 WIB

Lingkar Aspirasi Publik (LAP)saat aksi demonstrasi untuk mengusut tuntas dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) (foto:zie)

Polres Metro Tangerang Kota Bongkar Sindikat Curanmor, 6 Motor Curian Diamankan

9 June 2026 - 11:39 WIB

6 Motor Curian Diamankan Polres Metro Tangerang Kota (foto: ist)
Trending on Hukum