TANGERANGPEDIA – Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang mengalami stagnasi, dengan TPA Rawa Kucing kini hampir mencapai kapasitas penuh. Sejumlah aktivis lingkungan menuntut agar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) segera mengambil alih pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut. Dorongan ini semakin diperkuat oleh pernyataan tegas dari Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung).
Dalam acara “Bincang Sampah” bersama media pada Minggu (13/4/2025), Koordinator Kalung, Ade Yunus, menyampaikan,
“PSEL di Kota Tangerang harus segera beroperasi. TPA Rawa Kucing sudah over kapasitas. Kita butuh intervensi segera agar proyek ini tidak semakin stagnan. Kehadiran Danantara sebagai pengelola baru akan menjadi solusi nyata untuk menjadikan proyek ini oasis di tengah ketidakaktifan.”
Pernyataan ini mengundang keprihatinan dari berbagai kalangan yang menilai bahwa progres proyek belum memenuhi target operasional tahun 2025.
Baca Juga : DPRD Kota Tangerang Dorong Pemkot Segera Realisasikan PSEL
Sementara itu, proyek PSEL yang awalnya mendapat dukungan besar dengan nilai investasi mencapai Rp2,585 triliun. Telah mengalami kemunduran sejak tahap awal. Mantan Walikota Tangerang, Arif Wirmasyah, yang pernah menandatangani MoU untuk proyek ini. Kini menjadi simbol harapan bagi para aktivis, untuk melihat percepatan pembangunan. Menurut kalangan aktivis, penandatanganan MoU oleh Arif Wirmasyah pada 09 Maret 2022. Menandai awal komitmen, namun implementasi lapangan belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa Danantara diharapkan dapat membawa terobosan dalam pengelolaan sampah.
“Danantara memiliki potensi untuk tidak hanya menyeleksi teknologi tepat guna namun juga membuka peluang bisnis dalam pengelolaan sampah. Berbagai investor internasional dari Asia dan Eropa telah menunjukkan minat, sehingga pengelolaan sampah ini harus segera optimal,” ungkap Zulkifli dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (11/4/2025).
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menambahkan bahwa proyek ini memiliki estimasi payback selama 5–6 tahun jika dikembangkan dengan teknologi modern dan dukungan investor.
“Pengelolaan sampah di Tangerang harus segera ditingkatkan. Kami melihat peluang besar untuk efisiensi dan pendanaan yang berkelanjutan,” jelas Pandu.
Dengan tekanan dari aktivis dan harapan investor, pihak-pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengakselerasi pembangunan fasilitas PSEL. Aktivis mengingatkan bahwa kerjasama lintas sektor sangat penting demi terciptanya solusi pengelolaan sampah yang inovatif, efisien, dan ramah lingkungan.
“Ayo kita bersama-sama mendorong perubahan dan memastikan bahwa proyek strategis nasional ini menjadi contoh nyata pengelolaan sampah yang sukses di Tanah Air,” pungkas Ade Yunus.
(Red)


















Comments are closed.