TANGERANGPEDIA -PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) telah mengumumkan penunjukan dua tokoh terkemuka, Mardigu Wowiek Prasantyo dan Helmy Yahya, sebagai anggota Dewan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024. Kamis 17/04/25
Mardigu Wowiek, seorang pengusaha dan pendiri platform equity crowdfunding Santara, ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen menggantikan Taswin Zakaria. Sementara itu, Helmy Yahya, mantan Direktur Utama TVRI dan tokoh berpengaruh di industri media, dipercaya menduduki posisi Komisaris Independen.
Penunjukan ini merupakan bagian dari strategi Bank BJB, untuk memperkuat struktur kepemimpinan dengan menghadirkan figur-figur profesional. Yang memiliki rekam jejak kuat, di bidang masing-masing. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, selaku pemegang saham pengendali. Menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada pertimbangan kapabilitas dan profesionalisme, bukan pertimbangan politik.
Mardigu, yang juga dikenal dengan julukan “Bossman Mardigu”, memiliki latar belakang sebagai pengusaha di sektor teknologi dan keuangan. Selain mendirikan Santara, ia juga memiliki bisnis kuliner Mie Newmind. Dalam pernyataannya, Mardigu menyatakan kesiapannya untuk membawa perspektif inovatif dalam pengembangan Bank BJB ke depan.
Sementara itu, Helmy Yahya, yang dikenal sebagai “Raja Kuis” dan memiliki pengalaman luas di dunia media dan manajemen, menyatakan komitmennya untuk berkontribusi dalam pengawasan dan pengembangan strategi Bank BJB. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan peran barunya sebagai Komisaris Independen.
Dengan bergabungnya Mardigu dan Helmy Yahya, diharapkan Bank BJB dapat memperkuat posisinya dalam menghadapi tantangan industri perbankan yang semakin kompleks dan dinamis.
Sementara itu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui bahwa dirinya baru dua kali bertemu dengan Mardigu dan Helmy Yahya. Namun, ia mengandalkan intuisi serta penilaian terhadap rekam jejak keduanya dalam bidang ekonomi, politik, dan keuangan.
“Alasannya adalah saya ingin memilih orang-orang yang dipercaya oleh publik dan memiliki pengetahuan yang cukup serta pengalaman yang kuat di bidang ekonomi dan keuangan itu alasannya,” ujar Dedi.
(Red)



















Comments are closed.