TANGERANGPEDIA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ekstrim berpotensi melanda wilayah Banten dalam sepekan ke depan.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II, Hartanto pun meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrim di wilayah Provinsi Banten selama masa peralihan (pancaroba) khususnya periode sepekan kedepan (07 – 13 Mei 2025).
Hartanto dalam keterangan resminya megatakan, wilayah Banten saat ini masih mengalami pengaruh dari pola transisi musim, yang ditandai oleh kontras suhu udara antara pagi dan siang hari.
“Intensitas radiasi matahari yang tinggi pada pagi hingga siang hari memicu proses konveksi yang kuat, sehingga meningkatkan peluang terbentuknya hujan lokal. Hujan yang terjadi umumnya bersifat tidak merata, berintensitas sedang hingga lebat, berdurasi singkat, dan berpotensi disertai kilat serta angin kencang” ujarnya
Baca Juga: Wahana The Nice Garden Resmi Ditutup Sementara, DPRD Kota Tangerang Minta Satpol PP Polisikan UA
Balai Besar Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II memonitor sejumlah fenomena atmosfer yang mempengaruhi pola cuaca di wilayah Banten hingga sepekan kedepan.
Fenomena yang berkontribusi pada peningkatan pembentukan awan hujan yang perlu diperhatikan adalah adanya gelombang tropis seperti Gelombang Rossby, kondisi kelembaban udara yang tinggi, serta labilitas sedang hingga kuat yang dapat mendukung proses konvektif yang memicu pembentukan awan hujan disertai angin kencang.
Berkaitan dengan fenomena yang aktif tersebut, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Hartanto meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem hingga sepekan kedepan.
Baca Juga: Tasril Jamal Dorong Kesbangpol Optimalkan Peran Ormas di Kota Tangerang
BBMKG Wilayah II memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang akan terjadi selama periode 07 – 13 Mei 2025 di wilayah Kabupaten Pandeglang bagian utara dan barat, Kabupaten Lebak bagian utara dan timur, Kota Serang, Kabupaten Serang bagian barat dan selatan, Kabupaten Tangerang bagian tengah dan selatan, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan pada siang hingga sore hari.
“Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di wilayah rawan. Masyarakat dapat memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, website https://cuaca.bmkg.go.id, dan media sosial @bmkgwilayah2. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru” pungkasnya.


















Comments are closed.