Bantuan Laptop Chromebook untuk Sekolah di Kota Tangerang
Sebanyak 135 sekolah di Kota Tangerang mendapatkan bantuan alat pembelajaran dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI berupa laptop Chromebook. Alat ini dirancang khusus oleh pihak terkait dan didistribusikan ke berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Bantuan ini diberikan sejak era kepemimpinan Menteri Nadiem Makarim.
Namun, penyaluran bantuan tersebut sempat menghadapi beberapa kendala. Terdapat dugaan praktik korupsi yang dilakukan oleh pejabat tinggi di Kemendikbudristek, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas dan penggunaan alat tersebut. Seorang mantan konsultan Kemendikbudristek, Ibrahim Arif, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Selain itu, Menteri Nadiem Makarim juga dua kali diperiksa terkait dugaan pelanggaran tersebut.
Tim TribunTangerang.com melakukan investigasi lebih lanjut dengan menyambangi SMP Negeri 33 Kota Tangerang yang berada di Parung Jaya, Kecamatan Karang Tengah. Salah satu guru yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan bahwa sekolah tersebut menerima 41 unit laptop Chromebook. Meski demikian, perangkat tersebut jarang digunakan oleh siswa karena tidak bisa dioperasikan secara offline atau luring.
“Jumlahnya ada 41 unit laptop Chromebook merk SPC. Namun, anak-anak jarang memakainya karena harus terhubung dengan internet setiap kali menggunakannya,” ujar guru tersebut kepada TribunTangerang.com, Senin (21/7/2025).
Selain itu, salah satu alasan lain mengapa laptop tersebut jarang digunakan adalah karena tidak dapat mengakses aplikasi dasar seperti Microsoft Word, Microsoft Power Point, atau fitur Paint yang biasa digunakan siswa untuk belajar menggambar.
“Dalam Chromebook itu tidak ada fitur-fitur dasar tersebut. Bahkan, mengunduh WPS Office pun tidak bisa digunakan oleh anak-anak sebagai dasar belajar mengakses teknologi umum yang ada di dalam laptop,” tambahnya.
Laptop Chromebook hanya digunakan saat ada ujian berbasis daring atau online. Seluruh perangkat hanya dapat diakses menggunakan akun khusus yang telah disediakan. Penggunaan laptop tersebut terbatas pada fitur tertentu, seperti ujian online. Untuk bisa mengakses laptop tersebut, siswa harus login terlebih dahulu melalui akunbelajar.id atau fitur serupa.
Penggunaan Laptop Chromebook Saat Ujian
Salah satu guru perempuan di SMPN 33 Kota Tangerang menjelaskan bahwa puluhan laptop Chromebook tersebut diterima sejak tahun 2021 hingga 2022. Bantuan tersebut diberikan sebagai respons terhadap kebutuhan pembelajaran selama masa pandemi.
“Sekolah kami menerima bantuan laptop Chromebook saat Pandemi Covid-19. Karena diberikan sebagai hibah, maka kami menerimanya untuk digunakan oleh siswa,” ujarnya.
Menurut dia, siswa menggunakan laptop tersebut saat mengikuti Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) secara bergiliran. Proses pemilihan siswa dilakukan secara acak tanpa mempertimbangkan tingkat kelas mereka.
“Kalau ingin melihat penggunaan laptop Chromebooknya, nanti saja saat ujian berlangsung pada 5 Agustus 2025 mendatang,” katanya.















Comments are closed.