TANGERANGPEDIA – Panen super Batuceper kembali menarik perhatian setelah Wali Kota Tangerang, Sachrudin, meninjau langsung panen bawang dan melon Batuceper di RT 005/RW 004 Batusari, Kecamatan Batuceper. Kunjungan tersebut menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan tidur yang tersebar di wilayah permukiman. Senin (17/11/2025)
Pada kesempatan itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan apresiasi atas kualitas bawang yang tumbuh subur hingga berukuran super. Ia juga memuji kualitas melon yang dihasilkan warga binaan program Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang. Kehadiran Forum Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Tangerang semakin melengkapi proses pendampingan yang selama ini dilakukan.
“Alhamdulillah, bawangnya luar biasa, bahkan super. Kota Tangerang sangat cocok untuk budidaya bawang, dan melon yang dipanen juga berkualitas tinggi,” ujar Sachrudin.
Ia menambahkan bahwa hasil ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lain untuk mengubah lahan kosong menjadi sumber produktivitas baru.
Sebagai langkah berkelanjutan, Sachrudin mengajak warga untuk lebih sadar potensi lingkungan sekitar. Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat kolaborasi warga dalam kegiatan yang bermanfaat.
“Dengan pendampingan DKP dan forum KWT, masyarakat mendapat ilmu dan dukungan teknis sehingga hasilnya maksimal. Ini bukan soal satu orang saja, tapi keberhasilan kolektif untuk kota kita,” tegasnya.
Camat Batuceper, A. Gufron Falfely, menilai bahwa panen ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi contoh nyata transformasi lingkungan. Ia mendorong seluruh RT/RW di Batuceper meniru keberhasilan tersebut.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena bisa memanfaatkan lahan tidur menjadi produktif. Kami akan terus mendorong warga lain mengikuti jejak panen ini,” ujar Gufron.
Pelaku utama dalam keberhasilan ini, yakni Agus—petani yang memanfaatkan lahan tidak terpakai—mengaku bahwa pendampingan DKP memberinya pengetahuan baru.
“Awalnya saya ragu, tapi sekarang saya percaya diri. Saya tahu cara menanam dan merawat bawang maupun melon agar hasilnya maksimal,” ucap Agus.
Panen super ini diharapkan menjadi model pertanian perkotaan yang dapat direplikasi di seluruh wilayah Kota Tangerang.
(Red)


















Comments are closed.