TANGERANGPEDIA – Pemkot Tangerang kembali menghadirkan terobosan baru dalam penguatan literasi digital pelajar melalui pembentukan Kelompok Informasi Sekolah (KIS). Program ini menjadi yang pertama di Provinsi Banten dan ditujukan untuk mendorong kemampuan pelajar dalam mengelola informasi secara positif. Dengan langkah ini, Pemkot Tangerang menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang kritis, kreatif, dan bebas dari paparan informasi menyesatkan.
Menurut Kepala Bidang Diseminasi Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Tangerang, Ian Chavidz Rizqiullah, pemerintah menargetkan pembentukan Kelompok Informasi Sekolah di seluruh 198 SMP negeri maupun swasta. Target tersebut menjadi landasan kuat agar literasi digital tumbuh merata, tidak hanya di sekolah besar tetapi juga pada lembaga pendidikan yang berada di lingkungan permukiman.
Ian menjelaskan bahwa KIS akan terintegrasi dengan OSIS, sehingga pelajar dapat berkolaborasi memproduksi konten informatif yang kredibel. Konten tersebut nantinya akan mengisi mading sekolah, media sosial, hingga kanal diseminasi informasi yang terhubung dengan pemerintah daerah.
“Kami sudah mengundang sekolah-sekolah untuk menerima sosialisasi secara langsung. Terobosan KIS ini krusial karena menyediakan ruang bagi pelajar untuk memproduksi konten yang kredibel di era banjir informasi,” ujar Ian di Puspem Kota Tangerang.
Selain melawan hoaks, Ian menegaskan bahwa KIS akan membantu menginformasikan program pemerintah dan layanan sosial secara lebih masif. Pelajar akan menjadi jembatan komunikasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Transisi peran ini diharapkan mampu mempercepat penyebaran informasi publik yang lebih akurat dan bermanfaat.
Antusiasme juga datang dari para tenaga pendidik. Mereka menilai bahwa KIS dapat menjadi wadah strategis untuk membentuk generasi muda yang sadar etika digital.
“Alhamdulillah, sekolah menyambut sangat antusias karena pelajar mendapat ruang luas untuk mengelola informasi, baik melalui mading maupun media sosial,” tambah Ian.
Salah satu dukungan datang dari Yosef Nugraha, perwakilan SMP PGRI 1 Tangerang. Ia menyebut pembentukan KIS sebagai langkah luar biasa yang dapat menjadi ruang belajar kreativitas sekaligus membangun budaya internet sehat.
“Ini sangat luar biasa. Bahkan tadi disampaikan, program ini menjadi yang pertama di Banten bahkan mungkin di Indonesia,” jelasnya.
Dengan dukungan kuat dari sekolah dan pemerintah, KIS diharapkan dapat segera terealisasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Kota Tangerang. Program ini bukan hanya soal literasi digital, tetapi juga tentang mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan informasi di era modern.
(Red)















Comments are closed.