TANGERANGPEDIA – Silaturahmi Akbar Kecamatan Pinang dalam rangka HUT ke-33 Kota Tangerang berubah menjadi panggung kolaborasi nyata antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan organisasi kemasyarakatan. Tak sekadar meriah, Parade Seni Budaya Kota Tangerang keempat ini menegaskan satu pesan penting. Pembangunan wilayah tidak bisa berjalan sendiri, harus gotong royong.
Puluhan OKP dan Ormas yang tergabung dalam Forum OKP-Ormas Kecamatan Pinang memadati acara yang sekaligus menjadi ajang menyambut bulan suci Ramadhan. Sejak awal, suasana kebersamaan terasa kuat. Seni budaya lokal tampil atraktif, musik mengalun, dan untuk pertama kalinya band modern ikut memeriahkan perayaan. Tradisi dan modernitas pun berjabat tangan tanpa debat panjang.
Camat Pinang, Syarifudin Harja Winata, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian resmi peringatan HUT ke-33 Kota Tangerang yang telah dimulai sejak 10 Februari 2026. Ia menilai kolaborasi lintas elemen ini sebagai simbol sinergitas yang nyata, bukan sekadar jargon yang manis di spanduk.
“Kegiatan ini adalah bentuk kebersamaan kita dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Tangerang ke-33. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan bahwa Kota Tangerang terus bergerak maju dengan program yang berdampak positif,” ujar Syarifudin, Sabtu (14/2/2026).
Silaturahmi Akbar bukan seremonial
Menurutnya, perayaan ini bukan agenda seremonial tahunan yang selesai setelah panggung dibongkar. Lebih dari itu, Silaturahmi Akbar menjadi ruang memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
“Kota Tangerang bukan hanya milik pemerintah, tapi milik kita bersama. Karena itu, menjaga dan membangun kota ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ketua Pelaksana Forum OKP-Ormas Kecamatan Pinang, Saipul Basri atau akrab disapa Marcel, menyampaikan bahwa Parade Seni Budaya ini telah menjadi agenda rutin tahunan dan selalu dinantikan. Tahun keempat pelaksanaan terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan HUT Kota Tangerang dan momentum menjelang Ramadhan.
“Semangatnya bukan sekadar hiburan. Ini tentang persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan,” ujar Marcel.
Tak hanya menampilkan seni dan musik, kegiatan ini juga memuat aksi sosial. Panitia menggalang dana untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatera, dan Padang. Bahkan, sebelumnya Forum OKP-Ormas telah menyalurkan bantuan hasil donasi lintas komunitas di Kota Tangerang. Hal ini membuktikan bahwa solidaritas tidak berhenti di panggung hiburan.
Malam puncak juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan serta hadiah bagi para pemenang lomba dalam rangkaian acara sebelumnya. Bagi Forum OKP-Ormas Kecamatan Pinang, ini adalah cara sederhana namun bermakna untuk menghargai partisipasi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi yang terus dijaga, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bahwa pembangunan wilayah akan lebih kuat jika pemerintah dan masyarakat berjalan beriringan. Di Kecamatan Pinang, pesan itu disampaikan dengan satu bahasa universal: seni, kebersamaan, dan kepedulian.
(Red)


















Comments are closed.