TANGERANGPEDIA – Ajang kompetisi University Boxing League (UBL) Vol 3 kembali digelar pada Kamis (21/8/2025) pukul 19.00 WIB. Acara yang berlangsung di Dreamville Beach Club, PIK 2, Kosambi, Kabupaten Tangerang ini diikuti oleh 30 peserta mahasiswa.
Ketua Penyelenggara UBL Vol 3 Banten 2025, Raka Aditya menjelaskan, ajang UBL ini sudah diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya yakni yang pertama di Jakarta, kedua di Bali, dan ketiga di Banten.
“Jadi memang kita di setiap provinsi nantinya akan dikirim dua orang terbaik asal kampus untuk mewakili provinsi masing-masing,” ungkap Raka kepada awak media, Rabu (20/8/2025).
Ia berharap ajang UBL Vol 3 ini dapat meningkatkan minat para pemuda khususnya di wilayah Banten terhadap olahraga boxing serta mencetak atlet boxing sejati dari Banten untuk Indonesia.
“Ajang ini sebagai bentuk support kita kepada atlet-atlet tinju di Banten khususnya anak-anak kampus. Kita juga ada pertandingan antar camp, antar kampus, sama influencer match,” katanya.
Apalagi, kata Raka, pertandingan UBL kali ini diadakan di area ‘beach club’ agar para boxing mania dapat menikmati suasana pantai sekaligus mempromosikan potensi wisata yang ada di Provinsi Banten.
“Karena lokasinya ini masih di wilayah Kosambi Kabupaten Tangerang, masuk wilayah Banten. Jadi kita sekaligus promosiin wisata yang ada di Banten. Mudah-mudahan event ini bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Banten,” jelasnya.
“Dan semoga olahraga tinju ini bisa lebih baik lagi ke depannya. Memang kalo kita lihat kan akhir-akhir ini olahraga tinju trendnya semakin baik, terutama bagi kalangan pemuda. Karena menurut saya olahraga itu adalah alat untuk mempersatukan bangsa,” imbuhnya.
Sementara salah seorang influencer yang turut meramaikan UBL Banten kali ini, Dibi (20) mengaku siap bertanding pada sesi influencer match yang juga digelar Kamis besok malam.
“Persiapan udah aman sih dari H-2 ini. Tapi karena kita lebih untuk menghibur, jadi ya mengalir aja,” ujarnya
Sementara peserta wanita lainnya, Tesya mengaku ajang UBL besok merupakan pertandingan perdananya. Meski sudah memiliki pengalaman di olahraga beladiri yakni MMA, Tesya mengaku olahraga Boxing dinilai cukup sulit.
“Jadi tujuan saya itu pengalaman dan pembelajaran saja. Karena selama ini pengalaman saya di beladiri hanya MMA. Jadi mainnya tangan dan kaki, kalo boxing kan hanya tangan saja. Boxing lebih sulit, karena dia punya seni sendiri, punya stylenya sendiri. Kalo MMA lebih mudah karena ada kaki, kalo boxing kan cuma tangan saja,” pungkasnya.
















