TANGERANGPEDIA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyelenggarakan Forum Sahabat Tunas di SMP Negeri 25 Kota Tangerang, Kamis (21/5/26).
Acara ini digelar sebagai langkah kongkret implementasi Program Perlindungan Anak (PP Tunas) atau gerakan “Tunggu Anak Siap”, yang membatasi akses penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun guna melindungi hak-hak digital generasi penerus bangsa.
Dalam sambutannya, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi Fifi Aleyda Yahya menekankan, kebijakan ini bukan bermaksud melarang anak memanfaatkan internet. Melainkan menunda kepemilikan akun media sosial mandiri, hingga anak genap berusia 16 tahun. Langkah tegas ini diambil untuk mendesak pertanggungjawaban platform global seperti Google, Meta dan Roblox agar memperketat keamanan bagi anak-anak.
“Data pribadi anak di bawah 16 tahun tidak boleh sembarangan diunggah di ruang digital. Sesuai arahan Menteri Komdigi, pemerintah hadir untuk membantu orang tua menghadapi tantangan berat melawan raksasa algoritma perusahaan platform,” tegas Fifi.

Merespons program pusat, Wali Kota Tangerang Sachrudin berkomitmen penuh memperluas pengawasan. Tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga menyasar edukasi bagi orang tua di rumah. Sachrudin, menekankan bahwa ruang digital tidak hanya membutuhkan kecakapan teknologi. Tetapi juga penguatan karakter, etika, dan sopan santun dalam berinteraksi di media sosial.
Menurutnya, PP TUNAS hadir sebagai langkah strategis untuk memastikan anak memperoleh akses digital yang sesuai dengan usia dan tingkat kematangan mereka. Sehingga dapat terhindar dari dampak konten negatif, maupun penyalahgunaan media digital.
“PP TUNAS bukan sekadar regulasi, tetapi bentuk kepedulian negara dalam menjaga anak-anak agar tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter di era digital. Kita ingin anak-anak mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan sosial,” tukasnya.
Di temu seusai acara, Camat Larangan, Nasrullah mengungkapkan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi program Forum Sahabat Tunas ( Tunggu Anak Siap ) yang di laksanakan oleh Komdigi bersama Pemkot Tangerang di SMPN 25 ini. Karena program ini sangat positif khususnya untuk pemahaman sekaligus pembekalan kepada para anak usia remaja. Karena siswa SMP merupakan usia yang keingintahuannya tentang dunia Maya itu sangat tinggi. Sehingga rentan terpengaruh dan bisa terjerumus, oleh informasi- informasi yang belum tentu benar dari sumbernya melalui medsos.
” Alhamdulillah dengan adanya program Forum Sahabat Tunas, di harapkan para remaja khususnya remaja yang ada di wilayah Kecamatan Larangan bisa lebih bijak dalam menggunakan internet untuk mengakses berbagai platform media sosial yang saat ini sangat mudah di akses. Selain itu ia juga mengharapkan peran pengawasan dari orang tua, karena waktu mereka untuk menggunakan gadget sangat leluasa, ketika mereka berada di lingkungan tempat mereka tinggal,” pungkasnya.
(ADV)


















Comments are closed.