TANGERANGPEDIA – Semrawut kabel optik Kota Tangerang memicu kemarahan aktivis Saipul Basri alias Marsel. Menurutnya, kondisi kabel udara milik berbagai provider yang menjuntai sembarangan sangat membahayakan warga dan merusak estetika kota. Ia menilai Pemerintah Kota Tangerang gagal menata infrastruktur utilitas tersebut secara optimal.
Marsel menyebut, sudah bertahun-tahun kabel optik di Kota Tangerang terlihat semrawut dan tidak tertib, namun belum ada penanganan yang serius dari pemerintah daerah.
“Kenapa harus tunggu warga jadi korban dulu baru bertindak? Ini bukti lemahnya pengawasan Pemkot,” tegas Marsel saat dikonfirmasi, Minggu (11/5/25).
Ia mendesak Pemerintah Kota Tangerang untuk segera mengambil tindakan konkret, termasuk menertibkan kabel-kabel optik yang diduga ilegal, serta menindak tegas provider yang membandel.
“Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah, bukan hanya retorika,” tambahnya.
Kondisi kabel optik Kota Tangerang yang semrawut juga dinilai mengganggu ketertiban umum dan keindahan kota. Marsel bahkan mencurigai banyak jaringan kabel udara itu tidak memiliki izin resmi. Ia mengaku akan meminta data dari dinas terkait dan melakukan audit publik untuk mengetahui kabel mana yang legal dan tidak.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti masalah ini.
“Kami sudah mulai penertiban secara bertahap dan melakukan koordinasi dengan pihak provider,” ujarnya pada 24 April lalu usai Rapat Paripurna DPRD.
Asisten Daerah II Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menambahkan bahwa Pemkot telah membentuk Satgas Penataan Utilitas Kota. Satgas ini melibatkan instansi lintas sektor seperti Dishub, Satpol PP, DPUPR, Diskominfo, hingga PDAM dan PT TNG. Penanganan dilakukan tahap demi tahap, termasuk rencana pemindahan kabel ke saluran bawah tanah.
Marsel mendukung penuh langkah tersebut, namun menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya bergantung pada laporan masyarakat.
“Kalau serius, pemerintah bisa bergerak duluan. Jangan tunggu viral baru bertindak,” tutupnya.
(Red)




















Comments are closed.