TANGERANGPEDIA – Ditetapkannya Helmy Yahya dan Wowiek Prasantyo alias Bos Mardigu sebagai Komisaris Utama (Komut) Independen Bank Jabar Banten disorot Direktur Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul. Adib menilai pengangkatan keduanya sudah benar dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat.
Direktur Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan, pengangkatan Mardigu dan Helmy Yahya sebagai Komisaris Independen Bank BJB sudah tepat.
“Menurut saya sudah tepat. Ini orang profesional yang menurut saya minim konflik kepentingan yang saya rasa penunjukannya sudah tepat,” ujarnya.
Adib mengatakan, alasannya menilai dua sosok tersebut tepat menjadi Komisaris Independen BJB karena memiliki integritas yang baik.
Baca Juga: Mardigu Wowiek dan Helmy Yahya Resmi Menjabat Komisaris Bank BJB
“Mereka figur-figur yang saya kira juga punya integritas gitu kan.
Jadi untuk merubah kinerja Bank BJB, saya kira pengangkatan dua orang ini sudah tepat dengan kapasitas, dengan kualitas, dan kapabilitasnya,” imbuhnya.
“Apalagi Bank BJB ini kan bank terbesar yang dipunyai oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat kan.
Menurut saya Bank BJB ini kan besar.
Jadi target yang diinginkan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi misalnya untuk optimalisasi pengeluaran yang efisien saya kira itu menjadi tantangan bagi komisaris baru,” tambahnya.
Baca Juga:
Gandeng Tangcity Mall, Pemkot Tangerang Kerjasama Jaga Kebersihan Udara
Adib mengatakan, alasan lain kedua sosok tersebut tepat menduduki posisi Komisaris Indepnen BJB karena dinilainya jauh dari kasus korupsi. Alhasil, keduanya dinilai mampu membawa BJB bersih dari peraktik korupsi
“Sudah bukan menjadi rahasia umum lah ada dugaan-dugaan oknum di pemerintah daerah itu yang modusnya itu misalnya memasukkan silpa-silpa anggaran daerah yang ditaruh di Bank BJB. Sehingga lebihan bunganya itu konon dinikmati oleh oknum-oknum itu bertanggung jawab,” imbuhnya.
“Ini lah yang saya kira harus distop oleh komisaris ini.
Saya kira mereka akan kerja profesional.
Saya lebih percaya kepada figur-figur profesional karena memang minim konflik kepentingan.
Konflik of interest-nya itu lebih sedikit.
Ketimbang orang-orang yang memang integritasnya kurang,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku representasi pemegang saham pengendali menunjuk Wowiek Prasantyo alias Bos Mardigu sebagai Komisaris Utama (Komut) Independen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb), Rabu 16 April 2025.
Penunjukan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Acara ini digelar dengan tujuh agenda, salah satunya perubahan susunan pengurus dewan direksi dan dewan komisaris.
“Perubahan ini mencakup pengangkatan dan pemberhentian anggota direksi dan dewan komisaris. Beberapa jabatan baru akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas hasil penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test),” tulis rilis resmi di situs bjb, Rabu 16 April 2025.


















Comments are closed.